Kamis, 7 Desember 2023

Klaster Covid-19 Ditemukan di Jepara, 19 Santri Positif

Faqih Mansur Hidayat
Senin, 31 Januari 2022 10:40:04
19 santriwati yang terkonfirmasi positif Covid-19 dikarantina terpusat di BLK Pecangaan Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)
[caption id="attachment_268955" align="alignleft" width="1280"]Klaster Covid-19 Ditemukan di Jepara, 19 Santri Positif Covid-19 19 santriwati yang terkonfirmasi positif Covid-19 dikarantina terpusat di BLK Pecangaan Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)[/caption]

MURIANEWS, Jepara- Klaster Covid-19 di Pondok Pesantren (Ponpes) muncul di Kabupaten Jepara. Sebanyak 19 santri di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara terkonfirmasi Positif Covid-19.

“Semalam kami rilis ada 20 positif Covid-19. Ini penemuan baru. 19 di antaranya berasal dari sekolah (pesantren) itu. Karena ada salah satu pengurus yang positif,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jepara, Muh Ali, Senin (31/1/2022).

Muh Ali Menjelaskan, kasus tersebut bermula dari pengurus pesantren yang sempat melakukan perjalanan dari Jakarta. Setelah sampai di Bangsri dan muncul gejala, pengurus pesantren itu melakukan tes PCR mandiri di laboratorium swasta. Hasilnya positif Covid-19.

Baca juga: Muncul Klaster Baru di Klaten, 8 Orang Positif Covid

Setelah itu, semua santri dan pengurus ikut diskrining dan tes PCR. Hasilnya, 19 dari 160 orang terkonfirmasi positif Covid-19. “Kami skringing semua. Mereka ini tanpa gejala,” terang Muh Ali.

Pihaknya menyampaikan semua pengurus dan santri sudah tervaksin Covid-19 lengkap. Sehingga, gejalanya tidak begitu terlihat. Mereka pun kondisinya sehat.

Setelah dipastikan positif Covid-19, lanjut Muh Ali, pihaknya langsung membawa 19 santriwati itu ke Balai Latihan Kerja (BLK) di Kecamatan Pecangaan, Minggu (31/1/2022) siang. Mereka langsung diisolasi secara terpusat.

“Kami isolasi sesuai aturan. 10 sampai 14 hari di BLK Pecangaan. Kita evaluasi. Obat dan tenaga sudah kita siapkan 24 jam,” jelas Muh Ali.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Komentar