Minggu, 3 Maret 2024

Tas dan Topi Eceng Gondok Buatan Kudus Ini Tak Kalah Kece

Vega Ma'arijil Ula
Sabtu, 11 Desember 2021 13:47:15
Model mengenakan tas dan topi berbahan dasar eceng gondok buatan Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)
[caption id="attachment_257919" align="alignleft" width="1280"] Model mengenakan tas dan topi berbahan dasar eceng gondok buatan Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)[/caption] MURIANEWS, Kudus – Tas yang dijinjing gadis pada foto di atas ini, terlihat begitu keren. Tampilannya juga cukup elegan sehingga menambah tampilan pemakaianya lebih stylish. Tak hanya tas, topi yang dikenakan gadis itu juga bikin outfitnya tambah kece. Dan siapa sangka, tas serta topi itu semuanya berbahan baku dari eceng gondok. Tanaman air yang biasanya sering dibuang secara percuma. Dua produk ini merupakan buatan Ali Wahyudi, seorang perajin kerajinan tangan berbahan eceng gondok dari Kudus. Tak hanya tas dan topi, Ali juga membuat berbagai macam kerajinan dari eceng gondok. Seperti tempat tisu, tempat sendok, pot, dan karpet. Ia memproduksi di rumahnya di Gang 19, RT 03, RW 04, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kudus. [caption id="attachment_257920" align="alignleft" width="1280"] Perajin eceng gondok, Ali Wahyudi sedang mengerjakan produk kerajinan tangan. (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)[/caption] Ali Wahyudi mengakui mulai menggeluti kerajinan eceng gondok . Kerajinan buatannya itu dapat dibeli dengan harga terjangkau. mengalami kecelakaan saat bekerja di perusahaan konstruksi baja. Semenjak itu kakinya sulit untuk berjalan. Alhasil, dia memilih bekerja di rumah dengan membuat kerajinan berbahan dasar eceng gondok. "Karena sulit untuk berjalan, akhirnya sekarang fokus buat kerajinan tangan ini," katanya, Sabtu (11/12/2021). Baca: Eceng Gondok Jadi Alasan Pria di Kudus Ini Pilih Ternak Kalkun Bahan dasar eceng gondok itu didapatnya dari Desa Mejobo, Kudus. Eceng gondok itu kemudian dijemur agar kering. Setelah itu dipilah dan diambil yang keadaannya bagus untuk dianyam menjadi kerajinan tangan. Pria 43 tahun itu saat ini mulai menerima beragam pesanan. Tak hanya dari Kudus, tapi juga dari Yogyakarta, dan Depok. Selain membuat by order, dia juga membuat stok untuk ditawarkan kepada pembeli. Harga kerajinan tangan buatannya itu terjangkau dan dijamin tak akan menguras isi dompet. Selama ini yang paling laku menurut dia yakni tas dan pot. "Kerajinan ini bisa bertahan setahun lebih. Bahan dasar Eceng gondok juga awet," terangnya. Baca: Hore! Tunjangan Guru Swasta di Kudus Lanjut Tahun Depan Sementara itu, Ketua Program Kampung Iklim (Proklim) Desa Gondang Manis, Ahmad Munaji berkeinginan eceng gondok untuk menunjang ekonomi kreatif. Menurutnya, eceng gondok yang sering disebut sebagai tanaman pengganggu dapat dimanfaatkan. "Kami dari Proklim memang melakukan pemantauan dan pendampingan UMKM. Kami kenalkan di beberapa tempat juga. Salah satunya di Desa Gondangmanis," katanya, Sabtu (11/12/2021). Dia berharap masyarakat bisa lebih mengenal eceng gondok dan memanfaatkan. Sehingga eceng gondok tidak terbuang percuma.   Reporter: Vega Ma'arijil Ula Editor: Ali Muntoha

Baca Juga

Komentar