Minggu, 3 Desember 2023

Tok! Bupati Kudus Tunda Pelantikan Perades Hasil Seleksi dengan Unpad

Anggara Jiwandhana
Kamis, 2 Maret 2023 14:46:24
Audiensi peserta seleksi perades dengan Bupati Hartopo dan Ketua DPRD Kudus Masan. (Murianews/Anggara Jiwandhana)
Murianews, Kudus – Bupati Kudus HM Hartopo memutuskan untuk menunda pelantikan perangkat desa (perades) terpilih di 68 desa yang bekerja sama dengan Universitas Padjajaran (Unpad). Penundaan dilakukan hingga proses hukum yang diupayakan sejumlah peserta dan panitia desa rampung.

Hal tersebut dipastikan Bupati Hartopo saat menemui para peserta seleksi perades yang melakukan unjuk rasa di Pendapa Kabupaten Kudus, Kamis (2/3/2023).

Sejumlah desa yang bekerja sama dengan Unpad dalam hal penyelenggaraan seleksi pengisian perangkat desa kini memang tengah melakukan gugatan hukum. Mereka menilai produk hasil seleksi Unpad cacat hukum dan harus dilakukan pengulangan.

”Dari teman-teman tes kemarin minta untuk membatalkan, tapi kami tidak bisa. Kalau kami tunda bisa, paling tidak sampai proses hukumnya benar-benar berlangsung,” ujar Hartopo.

Baca: Puluhan Peserta Seleksi Perades Geruduk Pendapa Kudus, Tuntut Tes Ulang

Pihaknya akan segera mengeluarkan surat edaran terkait penundaan pelantikan setelah setelah pihaknya melakukan pengkajian.

”Iya nanti akan kami buatkan (surat edaran) setelah kami melakukan pengkajian terlebih dahulu,” pungkasnya.

Puluhan peserta seleksi perangkat desa Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang bekerja sama dengan Unpad menggeruduk Pendapa Kabupaten Kudus, Kamis (2/3/2023).

Baca: Sembilan Desa di Jekulo Kudus Gugat Unpad soal Seleksi Perades

Mereka menuntut adanya tes ulang karena Unpad dinilai wanprestasi dalam menyelenggarakan tes seleksi di 14 Febuari 2023.

Spanduk dan banner berisi penolakan-penolakan hasil tes seleksi hingga keluh kesah mereka pun ikut dibawa. Banner, ditempelkan di depan pagar pendapa. Sementara tuntutan dan keluh kesah mereka ditulis di sebuah papan dan dibawa oleh beberapa peserta.

Para peserta seleksi perades juga ikut membawa satu mobil berisi pengeras suara untuk membantu mereka menyuarakan aspirasinya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Komentar