Minggu, 3 Maret 2024

Jadi Bahan Bakar PLTU TJB, Batu Bara Nabati Siap Dikembangkan di Jepara

Budi Santoso
Rabu, 18 November 2020 12:11:32
Pembangunan PLTU Tanjung Jati B unit 5-6 Jepara. (MURIANEWS.com/Budi Erje)
MURIANEWS, Jepara - Penggunaan Batu Bara Nabati (BBN) untuk bahan bakar pembangkit listrik, sudah direncanakan PLTU Tanjung Jati B (TJB). Inovasi BBN yang saat ini mulai dikembangkan di Jepara itu, diharapkan bisa menjadi sebuah upaya pengembangan energi baru dan terbarukan. Jika berjalan sesuai dengan rencana, maka pada Febuari 2021, sebagian bahan bakar di PLTU Tanjung Jati B akan memanfaatkan BBN ini. Asisten Manajer Komunikasi PT PLN (Persero) UIK TJB Grahita Muhamad menyatakan, pihaknya sudah menandatangani Memory of Understanding (MoU) dengan Pemkab Jepara. MoU tersebut berkait dengan pengembangan BBN di Kabupaten Jepara. BBN merupakan bahan bakar dari energi baru terbarukan. Bahan bakunya bisa dari sampah rumah tangga, serbuk kayu ataupun limbah pertanian seperti sekam. Material tersebut selanjutnya diproses untuk diolah menjadi bentuk biji atau palet. “Kabupaten Jepara memiliki potensi sumber daya energi terbarukan yang luar biasa. Salah satunya adalah limbah kayu sekitar 36 ton per hari. Dari jumlah tersebut setelah diproses menghasilkan BBN kurang lebih 18 ton. Dengan kisaran harga Rp 500 per kilogram. Dalam satu tahun berarti ada potensi pengembangan ekonomi masyarakat sampai sekitar Rp 3,3 miliar,” ujar Grahita Muhamad, Rabu (18/11/2020). Roadmap kerjasama pengembangan energy terbarukan ini masih terus berlangsung. Pada tahap pertama ini, jumlah yang dikerjasamakan sekitar 50 sampai 100 ton. Jumlah ini jika terpenuhi, sedikitnya dapat menghasilkan listrik sebesar 100 megawatt per jam. BBN yang diproduksi akan dicampur dengan batu bara. Proses ini nantinya akan disebut dengan istilah co-firing. Dijelaskan juga, dari hasil pengujian, dengan komposisi 100 persen serbuk kayu didapatkan sekitar 4.600 kalori per kilogram (Kcal/kg). Dengan campuran 25 persen ilalang diperoleh kurang lebih 4.300 Kcal/kg. Sedangkan dengan 50 persen sekam dapat menghasilkan sedikitnya 4.144 Kcal/kg. Karena itu, sumber energi ini layak dikembangkan, karena nilai kalorinya sudah setara dengan batu bara. Selain itu, emisi yang dihasilkan BBN juga jauh lebih rendah. “Roadmap BBN jalan sesuai rencana, hanya mundur waktu co-firing saja. Co-firing ke boiler PLTU Tanjung jati B akan dilaksanakan sekitar bulan Februari 2021. Hal ini dikarenakan rekomendasi yang diberikan, sesuai kajian feasibility study untuk ujicoba memasukkan material biomass, dilakukan dalam waktu dekat dengan masa pemeliharaan,” tambah Grahita Muhamad.   Reporter: Budi Erje Editor: Supriyadi

Baca Juga

Komentar