Minggu, 3 Maret 2024

Malam Pertama Jateng di Rumah Saja, Kota Purwodadi Lengang

Dani Agus
Sabtu, 6 Februari 2021 20:43:50
Suasana malam di perempatan bekas bioskop Kencana Purwodadi terlihat lengang. (MURIANEWS/Dani Agus)
[caption id="attachment_206459" align="alignleft" width="1920"] Suasana malam di perempatan bekas bioskop Kencana Purwodadi terlihat lengang. (MURIANEWS/Dani Agus)[/caption] MURIANEWS, Grobogan - Suasana malam di kota Purwodadi, Kabupaten Grobogan terlihat sangat berbeda dari biasanya pada malam pertama pelaksanaan gerakan Jateng di Rumah Saja, Sabtu (6/2/2021). Di mana, kondisi kota tampak lengang karena hanya sedikit kendaraan yang melintas. Suasana semakin terlihat sepi lantaran pertokoan juga sudah tutup sejak siang hari. Demikian juga dengan para PKL, yang sebagian besar tidak buka pada malam ini. Padahal, sektor ini masih boleh jualan hingga malam. “Malam ini, tidak banyak pedagang yang jualan. Makanya, kondisi jalan terlihat sepi,” kata Andi Waluyo, salah satu warga yang ditemui di Jalan A Yani Purwodadi. Sebelumnya, Sekretaris Daerah Grobogan Moh Sumarsono mengungkapkan, Pemkab Grobogan mendukung pelaksanaan gerakan Jateng di Rumah Saja yang dilaksanakan dua hari, tanggal 6 dan 7 Februari. Meski demikian, dalam pelaksanaannya, sejumlah aktivitas masyarakat masih tetap diperbolehkan dengan ketentuan yang sudah disiapkan. Antara lain, untuk pasar rakyat diperbolehkan buka sampai dengan pukul 13.00 WIB dan Pasar Pagi Purwodadi boleh buka sampai pukul 09.00 WIB. Sedangkan Pasar Agro Purwodadi jam buka mulai pukul 15.00-23.00 WIB. Kemudian, untuk pusat perbelanjaan, toko swalayan, restoran, rumah makan, dan cafe diperbolehkan buka sampai dengan pukul 13.00 WIB. Sedangkan untuk angkringan, PKL, dan kegiatan lain yang sejenis diperbolehkan buka sampai dengan pukul 21.00 WIB. “Untuk destinasi wisata serta pusat rekreasi termasuk karaoke ditutup,” tegasnya. Dijelaskan lebih lanjut, untuk kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan secara daring. Seangkan kegiatan car free day tetap dihentikan. Kemudian, untuk layanan angkutan umum tetap dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan ada pembatasan jam operasionalnya. Yakni, operasional pelayanan angkutan penumpang perkotaan dan pedesaan dibatasi dengan ketentuan pada pagi hari mulai pukul 06.00-09.00 WIB dan sore hari pukul 15.00-18.00 WIB. Untuk pelayanan angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dimulai pukul 05.00-18.00 WIB (pemberangkatan bus terakhir dari asal perjalanan). “Untuk penutupan ruas jalan tertentu dapat dilakukan oleh Satgas Penanganan Covid-19 sesuai dengan perkembangan di lapangan untuk mencegah kerumunan dan menghentikan aktivitas warga masyarakat,” imbuhnya. Sumarsono menegaskan, gerakan tersebut dikecualikan bagi unsur masyarakat yang terkait dengan sektor esensial. Seperti sektor kesehatan, kebencanaan, keamanan, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, perbankan, logistik dan kebutuhan pokok masyarakat, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional.   Reporter: Dani Agus Editor: Ali Muntoha

Baca Juga

Komentar