Minggu, 3 Maret 2024

Difabel Jepara Ini Sulap Limbah Kayu Jadi Karya Bernilai Tinggi

Faqih Mansur Hidayat
Rabu, 26 Januari 2022 12:06:42
Budi Mulyono saat memamerkan miniatur bus karyanya di rumahnya. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)
[caption id="attachment_267893" align="alignleft" width="1280"]Difabel Jepara Ini, Sulap Limbah Kayu Jadi Karya Bernilai Tinggi Budi Mulyono saat memamerkan miniatur bus karyanya di rumahnya. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)[/caption] MURIANEWS, Jepara – Menjadi seorang difabel, tak membuat Budi Mulyono patah semangat. Kini ia meraih sukses setelah menyulap limbah kayu menjadi karya bernilai tinggi. Pria asal Desa Pecangaan Kulon, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara itu merupakan penyandang tuna daksa atau memiliki kelainan pada alat geraknya. Meski alat geraknya memiliki gangguan, Budi ternyata masih bisa menjadi pengukir yang andal. Bakat terpendamnya itu membuatnya tak patah semangat untuk berkarya. “Awalnya memang hobi, seneng utak-atik mainan. Dulu pernah bikin miniatur dari dabus (rumbia),” kata Budi, Rabu (26/1/2022). Baca juga: Ukir Wajah Karya Difabel Kudus Ini Istimewa, Segini Harganya Mulanya, pada 2015, Budi melihat banyak limbah-limbah kayu di sekitar rumahnya yang tak terpakai. Padahal, menurutnya, limbah-limbah itu masih bisa dimanfaatkan dan bernilai ekonomis. Ia kemudian memanfaatkan limbah-limbah kayu itu untuk membuat miniatur bus. Membuatnya pun tak semudah membuat karya ukir biasa. Sebab, membuat miniatur bus dituntut detail dan harus persis dengan aslinya. “Awal-awal, karena masih menyesuaikan, bikin satu miniatur bus bisa sampai satu bulan. Sekarang maksimal tiga minggu sudah jadi,” ujar Budi. Kini, karya Budi sudah dilirik masyarakat luas. Bahkan, beberapa pejabat di Jepara banyak yang membeli karya miliknya. Tak hanya itu, setiap kali Hari Disabilitas Internasional, Budi selalu diandalkan pemerintah daerah untuk memamerkan karyanya di sebuah pameran besar. “Pada 2017, pameran di Semarang. Karya saya dibeli (Gubernur Jateng) Ganjar Pranowo. Setiap kali ada pameran karya disabilitas pasti saya ikut,” imbuh Budi. Saat ini, Budi tak hanya menerima pesanan untuk membuat miniatur bus saja. Bahkan, beberapa kendaraan lain, seperti kontainer atau truk juga dibuatnya. Untuk satu unit miniatur kendaraan berukuran panjang 80 sampai 85 sentimeter, Budi biasa menjualnya seharga Rp 1,5 juta. Hingga saat ini, Budi membuat sendiri semua pesanan miniatur kendaraan pesanan yang masuk. “Saya bikin sendiri semuanya. Alhamdulillah pesanan lancar. Saya siap kalau ada pesanan berapapun,” pungkas Budi.   Reporter: Faqih Mansur Hidayat Editor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Komentar