Minggu, 3 Maret 2024

Enam PK Pungkruk Jepara yang Terjaring Razia Dapat Pembinaan

Faqih Mansur Hidayat
Rabu, 9 Februari 2022 17:04:41
Petugas Satpol PP Jepara saat memeriksa salah seorang PK usai razia di tempat karaoke kawasan Pungkruk, Jepara, beberapa waktu lalu. (Murianews/Faqih Mansur Hidayat)
[caption id="attachment_271237" align="alignleft" width="1280"]Enam PK Pungkruk Jepara yang Terjaring Razia Dapat Pembinaan Petugas Satpol PP Jepara saat memeriksa salah seorang pemandu karaoke usai razia di tempat karaoke kawasan Pungkruk, Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)[/caption] MURIANEWS, Jepara – Enam pemanduk karaoke (PK) terjaring razia Satpol PP Jepara saat melakukan operasi di Pungkruk, Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, beberapa waktu lalu. Keenamnya kini mendapatkan pembinaan Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermades) Jepara. Sebelumnya, mereka juga sudah menandatangani surat penyataan tak mengulangi perbuatannya. Kasi Operasi Penegak dan Pembinaan, Satpol PP dan Damkar Jepara, Agus DP menegaskan enam PK dan satu operator yang berhasil diamankan sudah mengakui kesalahannya. Baca juga: PK Jepara: Korban PHK hingga Janda Anak Dua “Mereka semua sudah kami kasih pembinaan. Juga sudah menandatangani surat pernyataan bahwa telah melakukan pelanggaran Perda (Peraturan daerah) Jepara,” jelas Agus, Kamis (9/2/2022). Perlu diketahui mereka yang terjaring razia, yakni enam PK dan satu operator karaoke melanggar Perda Jepara Nomor 4 tahun 2021 tentang perubahan atas Perda Nomor 9 Tahun 2016 tentang penyelenggaraan usaha pariwisata. Dalam aturan itu ditegaskan bahwa pengusaha dilarang menyalahgunakan tempat usaha untuk kegiatan yang melanggar kesusilaan. Baca juga: Cerita PK Jepara: Siang Buruh Pabrik, Malam LC Kini, mereka sudah diserahkan pada Dinsospermades untuk mendapatkan pembinaan. Mereka biasanya dibekali dengan pelatihan-pelatihan kerja. Sehingga, selepas pembinaan itu, para PK itu bisa bekerja lebih baik dan meninggalkan profesi lamanya. Salah satu PK yang terjaring razia DL (32) mengakui kesalahannya. Warga Jepara ini mengaku terpaksa menjadi PK karena tak lagi punya pekerjaan selain jadi Lady Companion (LC). Saat diperiksa, DL mengaku sempat bekerja di pabrik. Namun, ia jadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran akibat pandemi Covid-19. Sampai kini, dia masih belum bisa kembali lagi menjadi pekerja pabrik. “Saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut. Apabila saya mengulangi perbuatan tersebut, saya bersedia ditindak berdasarkan aturan yang berlaku,” jelas dia.   Reporter: Faqih Mansur Hidayat Editor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Komentar