Jumat, 23 Februari 2024

11 Keluarga Grobogan Ikut Program Transmigrasi

Saiful Anwar
Sabtu, 16 Juli 2022 18:28:28
Calon transmigran asal Grobogan mengikuti pembekalan sebelum berangkat di lokasi tujuan transmigrasi. (Murianews/Istimewa Disnakertrans Grobogan)
[caption id="attachment_302387" align="alignleft" width="1080"]11 Keluarga Grobogan Ikut Program Transmigrasi Calon transmigran asal Grobogan mengikuti pembekalan sebelum berangkat di lokasi tujuan transmigrasi. (Murianews/Istimewa Disnakertrans Grobogan)[/caption] MURIANEWS, Grobogan – Sebelas keluarga di Kabupaten Grobogan mengikuti program transmigrasi. Mereka bakal ditempatkan di tiga daerah dan provinsi yang berbeda. Rinciannya, delapan keluarga ditempatkan di UPT Salulisu Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat, dua keluarga di UPT Tanjung Buka SP 10 Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, dan terakhir di UPT Motuhelumo Kabupaten Gorontalo Utara, Gorontalo. Sebelum diberangkatkan, mereka terlebih dahulu menjalani pendidikan dan latihan. Itu supaya, mereka mendapatkan bekal untuk menjalani hidup dan memperbaiki ekonomi di sana. Itu diungkapkan Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Grobogan Achmad Zamroni, Sabtu (16/7/2022). ”Sudah mengikuti diklat di BBPPM (Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat) Yogjakarta selama sepekan pada Juni 2022. Untuk diklat di Grobogan, kami rencanakan di bulan ini, tetapi tanaggalnya belum,” ujarnya. Baca: Pasutri Asal Kenteng Grobogan Ini Meraih Sukses Setelah Ikut Program Transmigrasi. Begini Kisahnya Zamroni menambahkan, Grobogan menjadi daerah dengan kuota transmigrasi terbanyak. Dari kuota 53 KK se-Jateng, Grobogan memperoleh 11 KK. Hal itu karena Grobogan memiliki anggaran yang mencukupi untuk program tersebut. ”Daerah lain mungkin anggarannya ada yang tidak tersedia. Grobogan kebetulan anggarannya tahun ini ada, setelah libur tidak ada program transmigrasi selama dua tahun 2020 dan 2021 karena pandemi," imbuhnya. Mengenai pemberangkatan, Zamroni memaparkan, tujuan Gorontalo diperkirakan berangkat Juli ini. Kemudian, tujuan Sulawesi Barat diberangkatkan September 2022. Terakhir, tujuan ke Kalimantan Utara diberangkatkan November 2022 mendatang. Zamroni mengatakan, untuk mengikuti program transmigrasi, masyarakat bisa mendaftarkan diri dengan daftar tujuan yang sudah ditentukan Pemprov. Hak kepada setiap KK yang mengikuti program ini yakni mendapat rumah dan pekarangan di lokasi tujuan. Luas rumah dan tanah itu antara 1,5 hektar hingga 2 hektar. ”Untuk yang tujuan kali ini, Gorontalo dan Sulawesi Barat itu tanah pekarangannya kering, sedangkan di Kalimantan Utara ini tanah gambut,” terangnya.   Reporter: Saiful Anwar Editor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Komentar