Jumat, 29 September 2023

Setop Balap Liar, Polres Grobogan Gelar FGD

Saiful Anwar
Senin, 14 November 2022 18:08:04
Suasana FGD Antisipasi Balap Liar di ruang Riptaloka Setda Grobogan, Senin (14/11/2022). (Murianews/Saiful Anwar)
Murianews, Grobogan – Upaya menyetop kegiatan balap liar yang masih terjadi terus dilakukan pihak kepolisian. Terbaru, Polres Grobogan menggelar focus group discussion (FGD) terkait Antisipasi Balap Liar, Senin (14/11/2022) di Ruang Riptaloka, Setda Grobogan.

Dalam agenda tersebut, lebih dari 100 orang hadir. Mereka dari kalangan pelajar, klub motor, hingga bengkel.

Untuk narasumber selain dari Polres, turut hadir perwakilan dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV, Satpol PP, dan Jasa Raharja.

Kasatlantas Polres Grobogan AKP Deni Eko Prasetyo mengatakan, dengan agenda tersebut, harapannya masyarakat ikut serta aktif untuk mencegah terjadinya balap liar. Pihaknya mengundang siswa, pihak sekolah, stake holder agar lebih mengetahui tentang bahaya balap liar.

Baca:Cuaca Ekstrem, Warga Grobogan Diminta Waspada Korsleting Listik

’’Sebagaimana diketahui, ada beberapa titik di kota yang sering dijadikan arena balap liar di Grobogan. Rata-rata (pelakunya) usia produktif, SMA hingga mahasiswa. Balap liar ini berbahaya dan tidak ada gunanya,’’ kata Kasatlantas.

Wakapolres Kompol Samsu Wirman menyatakan, balap liar menjadi salah satu penyebab kecelakaan. Pihaknya pun telah melakukan berbagai upaya untuk mencegahnya, tidak hanya balap liar, namun juga persoalan lalu lintas secara umum.

’’Kami sudah melakukan berbagai upaya untuk mengurai permasalahan lalu lintas di Grobogan. Mulai dari pembuatan spanduk, imbauan, sosialisasi, pembinaan, rekayasa lalu lintas, hingga yang terakhir penegakan hukum,’’ paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dimas, salah satu siswa SMA di Grobogan bertanya mengenai bagaimana cara mencegah para remaja yang diberi fasilitas orangtuanya memodif motornya untuk balap liar.

Pertanyaan itu pun dijawab oleh Kasi SMK pada Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Budhi Eviani Herliyanto. Eviani menyatakan, pada akhirnya hal itu menjadi kesadaran masing-masing, bahwa ada batas-batas tertentu yang tidak boleh dilanggar.

https://youtu.be/ESEvVNRPqO0

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Komentar