Rabu, 21 Februari 2024

Satpol PP Pati Gelar Razia, Enam Anak Punk Dibina

Umar Hanafi
Rabu, 16 Maret 2022 16:06:07
Anak punk diberikan wejangan oleh petugas Satpol PP Kabupaten Pati. (Murianews/Umar Hanafi)
[caption id="attachment_278363" align="alignleft" width="1280"]Satpol PP Pati Gelar Razia, Enam Anak Punk Dibina Anak punk diberikan wejangan oleh petugas Satpol PP Kabupaten Pati. (Murianews/Umar Hanafi)[/caption] MURIANEWS, Pati - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menggelar razia anak punk, ODGJ dan pengemis di jalanan, Rabu (16/3/2022). Dalam kegiatan itu, enam anak punk terjaring. Mereka kemudian dibawa ke Kantor Satpol PP Pati untuk dimintai keterangan. Tak hanya itu, mereka juga digeledah serta dipangkas rambutnya oleh petugas. Setelah itu mereka diberi pembinaan oleh Satpol PP Pati. Baca juga: 121 Honorer Satpol PP Pati Terancam Menganggur Kepala Satpol PP Kabupaten Pati Sugiyono memaparkan anak punk itu berasal dari tiga daerah yang berbeda. Dua dari Rembang, Jawa Tengah, satu dari Surabaya dan tiga dari Lamongan, Jawa Timur. Kepada petugas, para anak punk itu mengaku sudah menginap di Kabupaten Pati selama seminggu. “Mereka kami dapatkan di banjo Ngebruk, Juwana. Ada 6 anak punk dan sudah menginap seminggu di sebuah warung di sana,” tutur Sugiyono. Pihaknya melakukan razia ini lantaran merasa prihatin dengan masa depan anak-anak itu yang masih berusia remaja. Menurutnya, bila terus menjalani kehidupan semacam ini, masa depan para remaja ini bisa suram. “Prihatin. Mereka punya masa depan, punya harapan tetapi kenyataannya mereka menjalani aktivitas anak punk. Meminta-minta, kadang dengan paksaan dan meresahkan masyarakat,” kata Sugiyono. Berdasarkan hasil pemeriksaan, mereka jadi anak punk karena berbagai faktor. Mulai dari keluarga brokenhome, ekonomi yang kurang dan keinginan untuk bebas. “Mereka ingin bebas tanpa beban. Padahal kasian sekali,” ujar dia. Usai diberi pembinaan, mereka segera dikembalikan kepada orang tuanya masing-masing. “Akan kami bina fisik dan kasih baju. Kemudian, kami kembalikan ke orang tuanya. Kami sudah koordinasi dengan Dinas Sosial Rembang dan Satpol PP daerah lainnya," tandas dia.   Reporter: Umar Hanafi Editor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Komentar