Sabtu, 2 Maret 2024

Takaran BBM di SPBU Tlogowungu Pati Diperiksa, Ini Hasilnya

Umar Hanafi
Senin, 12 Desember 2022 13:21:08
Disdagperin  Pati melakukan pemeriksaan takaran BBM di SPBU Tlogowungu, Senin (12/12/2022). (Murianews/Umar Hanafi)
Murianews, Pati – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPBU Tlogowungu di Desa Tlogorejo, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Senin (12/12/2022). Sebelumnya, pada Kamis (8/12/2022) lalu, SPBU Tlogowungu didatangi dua orang yang mengaku wartawan. Mereka komplain dan menuding alat ukur SPBU itu tidak sesuai. Mereka pun meminta sejumlah uang agar tidak memberitakan hal itu. Pihak SPBU pun melapor ke polisia, adan kedua orang yang mengaku wartawan itu sempat diamankan oleh pihak kepolisian. Mereka sempat dimintai keterangan oleh Polresta Pati lalu dilepaskan. Saat ini, kasus pemerasan itu masih didalami pihak kepolisian. Kasus pun berlanjut dengan Disdagperin melakukan sidak takaran di SPBU Tlogowungu. Hasilnya, tidak ada kecurangan. Antara jumlah bahan bakar minyak (BBM) dan takaran masih dalam batas toleran atau wajar. Baca: Dua Orang Mengaku Wartawan Peras Pengelola SPBU Tlogowungu Pati Kepala UPT Metrologi Disdagperin Pati Arif Adi Purnomo dan petugas teknis UPT Metrologi Disdagperin Pati Susilo Adi Prayitno mengecek langsung takaran di SPBU Tlogowungu. ”Dari empat pompa ukur BBM, kita dapatkan masih dalam batas toleran. Artinya masih bisa diperbolehkan,” ujar Susilo Adi Prayitno. Dijelaskan jika per 20 liter angka toleran kurang/lebih 100 ml. Sementara pengecekan di SPBU Tlogowungu per 20 liter ada perbedaan sekitar 40 ml hingga 100 ml. Ia mengungkapkan alat ukur SPBU merupakan alat ukur dinamis. Ada kemungkinan berubah antara waktu ke waktu. Baca: Kasus Wartawan Gadungan Peras SPBU Tlogowungu Pati Didalami Namun perubahan ini masih dalam tahap toleransi bila per 20 liter ada perbedaan kurang lebih 100 ml. ”Ini fair. Kami tidak membela SPBU atau membela masyarakat yang merasakan dirugikan. Jadi enggak ada indikasi kecurangan. Segel masih dalam keadaan terkunci dan tidak ada yang rusak,” pungkasnya. Sementara itu, Pengawas SPBU Tlogowungu, Erwin Setyo Pramono mengaku, mesin pompa dan alat ukur di tempatnya tidak pernah diubah-ubah. Ia pun berharap hasil ini bisa mencerahkan dan mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada pihaknya. ”Jadi saya harapkan masyarakat tidak percaya dengan berita-berita hoaks. Karena itu merugikan kami juga penjualan. Kalau ada hal ini kan sudah jelas SPBU kami tidak ada kecurangan,” kata Erwin. https://youtu.be/Xqh2BGm0T9o Reporter: Umar Hanafi Editor: Ali Muntoha

Baca Juga

Komentar