Minggu, 3 Maret 2024

Tiap Hari Warga Kudus Produksi 130 Ton Sampah

Vega Ma'arijil Ula
Senin, 18 Juli 2022 15:35:48
ilustrasi: Alat berat menata sampah di TPA Tanjungrejo belum lama ini. (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)
[caption id="attachment_200854" align="alignleft" width="1280"] ilustrasi: Alat berat menata sampah di TPA Tanjungrejo belum lama ini. (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)[/caption] MURIANEWS, Kudus – Jumlah sampah yang diproduksi warga di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, tiap harinya sangat banyak. Setiap hari, setiap hari sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjungrejo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah mencapai 130 ton. Bahkan TPA kini sudah cukup kewalahan untuk menampung sampah-sampah tersebut. Diketahui, TPA Tanjungrejo saat ini memiliki luas 5,6 hektare. Kondisinya saat ini sudah penuh sampah. Terlebih, saat ini sebanyak 130 ton sampah masuk ke TPA setiap harinya. Kabid Pengelolaan Persampahan dan Ruang Terbuka Hijau Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus Suparmin mengatakan, pihaknya belum bisa memperluas TPA tahun ini. ”Belum bisa melakukan perluasan karena belum punya anggaran. Karena beberapa tahun terakhir anggaran di-refocusing untuk penanganan Covid-19," katanya, Senin (18/7/2022). Baca: Perluasan TPA Kudus Diusulkan Lagi di APBD 2022, Nilainya Rp 14 Miliar Suparmin melanjutkan, paling tidak pihaknya membutuhkan tambahan lahan TPA seluas empat hektare. Anggarannya ditaksir mencapi puluhan miliar rupiah. Lebih lanjut, luas empat hektar tersebut hanya untuk perluasan TPA saja. Sedangkan jika ditambah perluasan kolam leachate maka kebutuhan anggaran akan jauh lebih besar. ”Kolam leachate ini fungsinya untuk menampung air lindi yang merupakan air dari timbunan sampah," sambungnya. Menurutnya, perluasan TPA yang tidak diikuti dengan perluasan kolam leachate dapat menimbulkan masalah baru. Karena bau yang ditimbulkan akan mengendap di area tumpukan sampah. ”Sehingga baunya mengganggu warga di sekitar TPA. Seperti ini justru menimbulkan masalah baru," imbuhnya.   Reporter: Vega Ma'arijil Ula Editor: Ali Muntoha

Baca Juga

Komentar