Minggu, 3 Maret 2024

Angka Kematian Ibu dan Bayi di Kudus Cukup Tinggi

Vega Ma'arijil Ula
Jumat, 19 Agustus 2022 15:05:19
Foto: Ilustrasi seorang ibu menyusi bayinya (freepik.com)
[caption id="attachment_305717" align="alignleft" width="1890"] Foto: Ilustrasi seorang ibu menyusi bayinya (freepik.com)[/caption] MURIANEWS, Kudus – Kasus angka kematian ibu (AKI) dan Angka Kematian bayi (AKB) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah tidak bisa dipandang remeh. Sebab, jumlahnya tergolong tinggi. Untuk diketahui, AKI yakni jumlah kematian ibu dalam proses kehamilan, persalinan, dan paska persalinan per 100 ribu kelahiran hidup pada masa tertentu. Sementara itu, AKB yakni jumlah meninggalnya bayi yang berusia di bawah satu tahun per 1.000 kelahiran yang terjadi dalam kurun waktu satu tahun. Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Nuryanto mengatakan, AKB di Kota Kretek mulai Januari 2022 hingga Agustus 2022 terdapat 58 kasus. Dari jumlah tersebut ada yang meninggal saat proses persalinan. Lainnya karena infeksi saluran pernapasan. Sedangkan penyebab kematiannya beragam. ”Ada yang disebabkan karena pneumonia, henti napas, kekurangan cairan tubuh, dan juga diare," katanya, Jumat (19/8/2022). Kemudian, untuk kasus AKI terdapat sepuluh kasus. Mulai dari meninggal saat proses kehamilan dan terserang Covid-19. Baca: Asuh 2 Adik usai Ibu Meninggal, Bocah di Sragen Dinobatkan Jadi Hero Anak Unicef Ada juga setelah melahirkan, terjadi pendarahan. Ada juga yang disebabkan karena pendarahan saat melahirkan, hipertensi dan penyakit jantung. Nuryanto menambahkan, pihaknya terus berupaya untuk meminimalisir AKI dan AKB. Di antaranya dengan cara melaksanakan upaya preventif. ”Kami sosialisasi ke bidan-bidan desa, puskesmas, dan rumah sakit untuk pencegahan," sambungnya. Menurutnya, upaya manajemen penanganan penyakit kronis yang tepat juga berperan penting mengurangi kasus AKI dan AKB. Sehingga kasusnya tidak terus naik. ”Penanganan terhadap penyakit kronis juga penting dan harus ditekan untuk menurunkan kasus kematian ibu dan bayinya," imbuhnya.   Reporter: Vega Ma'arijil Ula Editor: Ali Muntoha

Baca Juga

Komentar