Minggu, 3 Maret 2024

Dosen dari Filipina Grogi saat Diajari Membatik di Kudus

Vega Ma'arijil Ula
Rabu, 8 Maret 2023 13:53:31
Peserta dari Filipina belajar membatik di Muria Batik Kudus. (Murianews/Vega Ma'arijil Ula)
Murianews, Kudus – Dosen dan mahasiswa asal Central Bicol State Universiti of Agriculture (CBSUA), Filipina belajar membatik di Muria Batik Kudus, Jawa Tengah, Rabu (8/3/2023). Mereka tampak grogi ketika memulai mencoba membatik di atas kain. Pengamatan Murianews.com, empat dosen dan enam mahasiswa diajak untuk membuat batik dari tahap awal hingga akhir. Mereka diajari cara memegang canting, mencanting, mewarnai, dan tahapan lainnya. Sementara itu, Prof Leopoldo Transona Jr, Director Art and Culture Affair Central Language mengatakan, baru pertama kali mengikuti pelatihan membatik. Dia mengaku sedikit grogi. ”Its first time to do this. I am little bit nervous. (Ini pertama kalinya melakukan kegiatan membatik. Saya sedikit grogi, red)," katanya. Meski grogi, dia merasa berkewajiban menyelesaikan pelatihan membatik itu. Sehingga dia harus tetap fokus selama membatik. ”Im little bit nervous but I must go on. Its great to try make a batik. For me it is need a focus (saya sedikit grogi tetapi harus menyelesaikan membatik. Bagi saya membatik membutuhkan konsentrasi," sambungnya. Baca: Tim CBSUA Filipina Belajar Seni dan Budaya di Kampus UMK Kudus Menurutnya, batik tergolong unik. Dia bakal menceritakan membatiknya kepada rekan-rekannya di Filipina. ”Batik is unique. And Im going to tell my friend about making batik. It is for the first time and Im excited (Batik itu unik. Saya akan menceritakan pengalaman membatik ini ke teman-teman saya. Bagi saya ini pengalaman membatik pertama kalinya dan saya sangat antusias," imbuhnya. Sementara Dosen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMK, Affan Wazzar Achmad yang mendampingi rombongan dari Filipina itu mengatakan, ada sepuluh orang dari CBSUA uang mengikuti kegiatan. ”Dari dosen dan mahasiswa CBSUA Filipina. Mereka memang konsentrasi di bidang seni budaya. Kemudian kami kenalkan dengan batik dan tata cara membuatnya," katanya. Affan menjelaskan, tujuan kegiatan pelatihan membatik itu untuk mengenalkan budaya. Salah satunya membatik. ”Karena di kampus mereka di Filipina juga belajar seni budaya. Maka dari itu kami kenalkan cara membuat batik," sambungnya. Baca: Sembilan Mahasiswa UMK Belajar Bersama CBSUA Filipina Selama Satu Semester Lebih lanjut, hasil dari membatik secara sederhana itu nantinya diperbolehkan untuk dibawa. Hal itu sekaligus sebagai kenang-kenangan. Sementara itu, Yuli Astuti, Owner Muria Batik Kudus menjelaskan pihaknya mengajarkan pelatihan membatik sederhana. Yakni menggunakan kain sebesar sapu tangan dengan motif parijoto. ”Kain polos putih ada motif parijoto. Kemudian saya ajak untuk mencanting mengikuti pola. Kurang lebih dua jam selesai sampai tahap akhir," terangnya. https://youtu.be/B8Jwk5vNctA Reporter: Vega Ma'arijil Ula Editor: Ali Muntoha

Baca Juga

Komentar