Minggu, 3 Maret 2024

Tarawih di Masjid Menara Kudus Bisa Pilih Versi Cepat atau Lama

Vega Ma'arijil Ula
Kamis, 23 Maret 2023 08:45:26
Jemaah melaksanakan salat tarawih di Masjid Menara Kudus. (Murianews/Vega Ma'arijil Ula)
Murianews, Kudus – Masjid Menara Kudus menjadi salah satu masjid yang dituju masyarakat untuk mengikuti salat tarawih berjemaah. Di masjid ini terkenal dengan tarawih satu juz Alquran tiap malam. Dengan ini maka salat tarawih di Masjid Menara Kudus akan berlangsung lebih lama ketimbang masjid lainnya. Karena satu juz Alquran akan dikhatamkan dalam 23 rakaat salat. Kendati demikian, pihak pengurus Masjid Menara Kudus juga memberi pilihan lain. Yakni salat tarawih dan witir 23 rakaat dengan bacaan surat pendek, sehingga pelaksanaan salatnya lebih cepat. Ini juga terlihat saat salat tarawih pertama, Rabu (22/3/2023) malam tadi. Masjid Menara Kudus telah menyiapkan dua pilihan salat tarawih untuk jemaah. Pilihan yang pertama, jemaah salat di area Masjid Al Aqsa Menara Kudus. Jumlah rakaat salat ada 23 rakaat. Imam salat tarwaih semalam yakni yakni KH Abdul Basit dari Kudus. ”Untuk salat tarawih yang dilaksanakan di Masjid Al Aqsa lebih lama karena satu juz," kata Panitia Perayaan Dandangan Masjid Menara Kudus, Muhammad Kharis. Baca: Tarawih di Masjid Menara Kudus, Imam Khatamkan Satu Juz Kemudian, opsi kedua yakni salat tarawih di tajug Menara Kudus, yakni di sebelah selatan Masjid Al Aqsa Menara Kudus. Jumlah rakaat salatnya 23 rakaat namun berlangsung lebih cepat. ”Kalau imamnya KH Ahmad Chanafi. Salat tarawih di tajug ini lebih cepat karena bacaannya tidak satu juz," sambungnya. Kharis menjelaskan, pelaksanaan salat tarawih di dua titik di Masjid Menara Kudus itu dilakukan berbarengan. Perbedaannya hanya durasi pelaksanaan salatnya. ”Setiap tahun memang memang seperti itu," sambungnya. Ia menyebut, berkaca dari salat tarawih di setiap tahunnya, menurutnya jumlah jemaah lebih banyak di dalam Masjid Al Aqsa dibandingkan di tajug Menara Kudus. Baca: Tarawih Pertama di Masjid Agung Kudus Berlangsung Khusuk Salah seorang jemaah asal Lamongan, Jawa Timur, Rizky Aditya mengaku baru pertama kali melaksanakan salat tarawih di Menara Kudus. Dia juga baru tahu ada dua pilihan salat tarawih saat itu. ”Tadi tanya ke jemaah lain juga. Karena saya belum tahu kok ada dua salatnya. Ternyata yang di dalam masjid bacaan salatnya agak lama. Kalau yang di luar (tajug, red) untuk salat tarawih dengan surat-surat pendek," ujarnya.   Editor: Ali Muntoha

Baca Juga

Komentar