Minggu, 3 Maret 2024

Kampung Budaya di Kudus Adopsi Folklor Pager Mangkok jadi Motif Batik

Vega Ma'arijil Ula
Sabtu, 6 Mei 2023 11:03:40
Proses pembuatan batik tulis motif pager mangkok. (Murianews/Istimewa)
Murianews, Kudus – Kampung Budaya Piji Wetan, (KBPW) Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus mencoba menuangkan folklor atau cerita rakyat menjadi motif batik. Salah satu folklor yang diangkat yakni Pager Mangkok. aat ini KBPW mengadaptasi folklor untuk dituangkan menjadi batik. Adaptasi tersebut diambil dari falsafah Sunan Muria, kemudian dibuat menjadi batik tulis. Folklor yang diangkat menjadi sebuah kain batik berasal dari falsafah Sunan Muria bernama pager mangkok. Falsafah Pager Mangkok dimaknai sebagai ajaran berbagi dan bersedekah kepada tetangga. ”Pager mangkok memiliki makna pagerono omahmu nganggo mangkok, tinimbang pager tembok," ujar pembuat batik tulis pager mangkok, Artini, Sabtu (6/5/2023). Penciptaan batik pager mangkok sudah dipikirkannya sejak tahun 2021. Tepatnya saat festival pager mangkok edisi pertama digelar. Dia menjelaskan, di kegiatan tersebut sempat membuka pelatihan membatik berbasis folklor lokal. ”Di Dukuh Piji Wetan memang banyak folklor lokal. Karena itu saya tertarik untuk membuat motif batik pager mangkok. Motifnya seperti kecacil, gunungan pager mangkok, dan tumbuhan di sekitar," lanjutnya. Baca: Mengenal Pager Mangkok Warisan Sunan Muria Selama proses pembuatan, Artini melibatkan ibu-ibu PKK di Dukuh Piji Wetan untuk membuat batik pager mangkok. Setelah produk batik tersebut selesai, kain batik itu juga dapat digunakan menjadi produk sarung, jarik, dan lainnya. Batik pager mangkok saat ini sudah tersedia di KBPW store. Artini mengaku menjualnya dengan harga mulai dari Rp 100 ribu per kainnya. Dia berharap, semakin banyak orang yang mengetahui dan mengenal adanya batik tulis yang diadaptasi dari folklor lokal. ”Harapannya batik tulis yang diadaptasi dari folklor lokal semakin dikenal," imbuhnya. Baca: Cerita Rakyat Tradisi Bulusan Kudus Dituangkan jadi Motif Batik   Editor: Ali Muntoha

Baca Juga

Komentar