Minggu, 1 Oktober 2023

Ngabuburit di Rahtawu Kudus, Ada Tembang Macapat Hingga Teater

Yuda Auliya Rahman
Kamis, 21 April 2022 19:26:15
Ngabuburit Rahtawu memperkenalkan tembang macapat hingga teater seni. (MURIANEWS/Istimewa)
[caption id="attachment_286196" align="alignleft" width="1280"] Ngabuburit Rahtawu memperkenalkan tembang macapat hingga teater seni. (MURIANEWS/Istimewa)[/caption]

MURIANEWS, Kudus - Menunggu buka puasa bisa dilakukan dengan berbagai hal positif yang menyenangkan. Di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah ngabuburit dilakukan dengan sejumlah kegiatan kebudayaan hingga kesenian.

Di antaranya, seperti pementasan tembang macapat oleh Saidi (Pekerja Seni), akustik Karangtaruna Desa Rahtawu, tari kretek dari  Rahayu dan Nova, musikalisasi puisi oleh Teater Akar dan Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW) Kudus, performance art oleh Rizki Caesario, Jendela Puisi, dan Randy Gyta, Teater Dewa Ruji, serta Teater Satoesh.

Acara ngabuburit tersebut diinisiasi oleh berbagai komunitas, yakni Rahtawu Explore, Teater Akar, dan Jendela Puisi.

Ketua Panitia Pelaksana, Feri Kurniawan mengatakan kegiatan Rahtawu Ngabuburit ini digelar sebagai pemantik sekaligus memperkenalkan budaya lokal kepada para pemuda desa. Selain itu, kegiatan ini juga bisa menjadi branding objek wisata di Desa Rahtawu.

“Untuk mengimbangi perkembangan era digital, budaya-budaya lokal harus dikenalkan kepada generasi muda,” katanya, Kamis (21/4/2022).

Baca: Asyiknya Ngabuburit Sambil Main Merpati Kolong di Jepara

Ia juga menambahkan bahwa agenda ini dapat menjadi sarana untuk mempererat dan menambah kerukunan antarmasyarakat Desa Rahtawu. Sehingga dalam panggung bebas yang digelar semua peserta diperkenankan untuk menampilkan karya apa pun sesuai bidangnya.

Sementara Perwakilan Komunitas Jendela Puisi Wisnu Bayu Murti kegiatan Rahtawu ngabuburit itu memang untuk menghibur masyarakat desa setempat dan mengenalkan kepada khalayak luas tentang Rahtawu yang kental akan budaya, kesenian, dan potensi alamnya yang bagus.

"Masyarakat sangat antusias mengikuti ngabuburit itu. Selain nguri-nguri budaya, kami juga ingin generasi muda agar bisa mewarisi budaya yang ada. Seperti mengetahui tentang cerita rakyat, hingga sejarah sejumlah makam," jelasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Komentar