Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kanker serviks merupakan penyakit yang tidak bisa dideteksi gejalanya. Untuk itu, mahasiswa harus berhati-hati. Karena kanker serviks ini bisa menyerang siapa saja dan tidak mengenal usia, golongan, maupun jabatan.

“Penyuluhan ini dilakukan untuk memberikan pegetahuan kepada mahasiswa tentang bahaya kanker serviks. Karena menurut data yang ada setiap dua menit sekali wanita di dunia meninggal karena kanker serviks,” kata Irvan, selaku Ketua LPPH di rilis persnya.

Lebih lanjut Irvan mengungkapkan setiap dua menit sekali wanita di dunia meninggal karena kanker serviks. Sedangkan di Indonesia setiap satu jam sekali, setiap satu wanita meninggal karena kanker serviks. Untuk itulah dengan kegiatan ini diharapkan mahasiswa bisa tahu bahaya kanker serviks dan bisa menghindarinya sedini mungkin.

Sebagai tindak pencegahan, Adi Fuad, salah seorang pemateri dari  Gerakan Pencegahan Kanker Serviks (GPKS) Jepara mengatakan untuk selalu menjaga kebersihan dan menghindari makanan yang mengandung zat kimia berbahaya seperti formalin, boraks dan lain sebagainya. Karena zat-zat tersebut merupakan zat pemicu tumor dan kanker.
Menurut data yang ada 40% dari 100% penderita kanker serviks yang bisa selamat. Sedangkan sisanya meninggal dunia. Kanker serviks ini juga menjadi pembunuh nomor satu di dunia dan sering dijuluki sebagai silent killer. Karena cara membunuhnya yang tidak dapat terduga.Setelah acara terebut mahasiswa yang hadir dalam penyuluhan edukasi kanker serviks diharapkan bisa memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar nanti bisa melakukan pencegahan kanker serviks di lingkungan masyarakat.“Kegiatan ini bisa mendapat follow up atau ditindaklanjuti lagi agar nanti ada suatu tindakan massif untuk mencegah penyebaran kanker serviks. Beliau sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap para mahasiswa nanti bisa aktif untuk meneliti kasus tentang kanker serviks yang ada di Jepara,” ugkap Wahidullah selaku Kaprodi Perbankan Syar’iah.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler