Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata pada Dinbudpar Rembang Winaryu Kutsiah mengatakan, sejumlah fasilitas di Karang Jahe yang dinilai kurang memadahi, kini tengah menjadi sorotan pihak Dinbudpar, dan selanjutnya akan dibenahi. Salah satunya yaitu pengelolaan sampah, Mandi Cuci Kakus (MCK), parkir, souvenir dan bakaran ikan.

Untuk tempat sampah, saat ini di Pantai Karang Jahe hanya terdapat beberapa sampah kecil. Kondisi tersebut dinilai sangat kurang jika dibandingkan dengan jumlah pengunjung yang mencapai ribuan per harinya.

“Jika hanya dilengkapi beberapa tempat sampah yang berukuran kecil tentu hal tersebut dinilai sangat kurang. Akibatnya banyak sampah yang berceceran di belakang warung - warung, itu akan menimbulkan citra buruk di mata para wisatawan,” ungkapnya.

Pihaknya akan mengupayakan untuk bisa menempatkan kontainer sampah di Pantai Karang Jahe. Rencananya, akan ditempatkan di sebelah timur berjarak sekira 100 meter dari lokasi wisata.

Selain sampah, belum ada juga oleh-oleh yang bisa dibawa pulang wisatawan. Padahal selain menikmati objek wisata,pengunjung juga ingin ada yang dibawa pulang. "Pengunjung luar kota ini ingin membeli souvenir semacam kaos atau gantungan kunci yang ada tulisan Karang Jahe. Oleh-oleh murah yang bisa dibagi-bagikan saat kembali ke rumah," imbuhnya.

Menurutnya belum adanya pedagang yang menjual kuliner bakaran ikan menjadi nilai kurang dari Pantai Karang Jahe. Terlebih jika ada fasilitas yang memungkinkan wisatawan bisa membakar ikan sendiri,dipastikan lebih menarik.
"Mereka menyediakan bumbu bakarannya untuk pengunjung, mengawal memilih jenis ikan. Kemudian mereka bisa masak dan menikmati bersama pasti menarik sekali," tuturnya.Sedangkan tempat parkir hendaknya ditempatkan jauh dari lokasi. Sehingga tempat parkir yang saat ini ada,bisa digunakan untuk out bond.Pihaknya juga menyoroti fasilitas  MCK yang dianggap masih kurang. Jumlah bilik MCK yang disediakan di lokasi wisata tidak sebanding dengan jumlah pengunjung KJB.“Kita sudah koordinasikan kepada pihak pengelola termasuk perangkat desa untuk bisa menanggapi sejumlah poin yang jadi sorotan kami,” imbuhnya.Sementara itu Sekretaris pengelola KJB Ubaidillah mengapresiasi langkah Dinparbud. Diakuinya evaluasi dari Dinparbud memang sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan dan menjadi pekerjaan rumah bagi pengelola KJB."Koordinasinya sangat bagus sekali,jadi tahu apa kekurangan dan kelebihan kita. Harapannya ke depan Pak Dwi bisa terus mendampingi kita sebagai pengelola,terutama parkir dan jalur keluar masuk KJB menjadi PR kami,” pungkasnya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler