Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Selain di jalur utama, lampu PJU di jalur alternatif mudik lebaran di Kabupaten Kudus juga kondisinya memprihatinkan.

”Persoalan lampu PJU ini seperti penyakit akut yang susah disembuhkan. Banyak keluhan masyarakat yang melaporkan lampu PJU padam, tapi tidak segera ditangani,” kata Muklisin, Kamis (1/6/2017).

Wakil rakyat asal Partai Golkar ini mencontohkan, banyak lampu PJU di jalur alternatif mudik Lebaran di Kecamatan Mejobo, Jekulo, dan Bae yang hingga kini masih rusak. Ia mendesak dinas terkait segera turun tangan melakukan perbaikan.

”Jalur alternatif kerap menjadi pilihan pemudik untuk menghindari kepadatan arus kendaraan di jalur utama, karena itu kami mendesak adanya perhatian khusus atas penerangan di jalur tersebut,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi C Ahmad Fatkhul Azis menjelaskan, alasan yang kerap dilontarkan dinas terkait lambannya perbaikan lampu PJU adalah keterbatasan tenaga. Menurutnya, persoalan itu bukan hal yang berat untuk diatasi.

Disebutkan, untuk urusan kebersihan saja Pemkab mampu merekrut tenaga kebersihan ratusan orang, mengapa untuk penambahan tenaga perbaikan dan perawatan lampu PJU tidak dilakukan. “Apa karena urusan kebersihan ada target Adipura, sementara lampu PJU tidak? Ini tentu menjadi pertanyaan besar,” ungkapnya.Wakil rakyat asal Partai Gerindra ini menambahkan, Komisi C akan segera memanggil dinas terkait untuk mendesak segera ada terobosan dalam penanganan LPJU. Ia tak ingin aduan masyarakat terkait lampu PJU tak segera diatasi. “Harus ada terobosan riil dalam penangannn lampu PJU,” katanya.Terpisah, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Sumiyatun mengakui perbaikan lampu PJU masih terkendala keterbatasan tenaga dan peralatan. Padahal ia kini sudah menambah satu tim lagi, dari semula hanya satu.“Kami saat ini memiliki dua shift untuk memperbaiki lampu PJU. Kami terpaksa menggunakan truk untuk perimbas pohon peneduh, karena truk crane khusus untuk perbaikan lampu PJU hanya ada satu unit,” katanya.Dengan anggaran perbaikan lampu PJU mencapai Rp 1 miliar lebih, ditargetkan hingga H-7 Lebaran, perbaikan lampu PJU sudah mencapai 90 persen. “Kami memprioritaskan titik-titik jalan yang rawan kecelakaan dan sepi untuk segera diperbaiki lampu PJU-nya,” katanya.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler