Demi Merah Putih, Pemuda Jabar Harus Jauh dari Keluarga untuk ke Blora
Akrom Hazami
Senin, 1 Agustus 2016 14:00:28
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Salah satunya Ohim (37) yang menjual berbagai jenis bendera dan umbul-umbul di pinggir Jalan Gunandar, Kecamatan Blora.
"Saya baru datang tiga hari yang lalu,” ujar Ohim, Rabu (01/8/2016), dikutip dari ww.blorakab.go.id.
Menurutnya, harga bendera dan umbul-umbul dibanderol dari Rp 25 ribu hingga Rp 70 ribu per lembar.
“Ini umbul-umbul yang ada gambarnya Presiden Sukarno, harganya 65 ribu, untuk bendera mulai dari 25 ribu hingga 70 ribu, tergantung ukuran yang diminati,” katanya
Ohim berasal dari Tasikmalaya Jawa Barat sengaja datang ke Kabupaten Blora hanya untuk menjual bendera dan umbul-umbul.
Tidak hanya Ohim, beberapa penjual yang sama juga nampak mangkal dan menyebar di sejumlah tempat di kecamatan. Seperti di Kecamatan Kunduran, Randublatung dan Kecamatan Cepu.
“Alhamdullilah, ini berkah kami, sudah ada yang membeli baik perorangan atau dari kantoran,” kata Asep, pedagang bendera yang mangkal Jalan Diponegoro, Kecamatan Cepu.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



