Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kegiatan dilakukan beserta Dharma Wanita Persatuan Setda Kabupaten Blora dan Keluarga Besar Korpri Kabupaten Blora di Pesanggrahan Wringin Seto Sayuran, Desa Soko, Kecamatan Jepon, Selasa, (2/8/2016).

Acara ini dihadiri oleh keluarga besar Korpri dan Dharma Wanita Persatuan Setda Kabupaten Blora, serta Keluarga Pesanggrahan Wringin Seto Sayuran, Desa Soko. Juga hadir kiai Sofi'i dari Ngaringan yang memberikan tausiah.

Dalam sambutannya Djoko menyampaikan bahwa halal bihalal adalah suatu tradisi yang dapat mempererat tali silaturahmi antarmasyarakat. Dengan adanya kegiatan ini diharap dapat meningkatkan kinerja antar instansi di Kabupaten Blora.

Sedangkan untuk tujuan dari pemilihan Pesanggrahan Wringin Seto Sayuran, Desa Soko sebagai tempat pelaksanaan adalah untuk memperkenalkan destinasi wisata baru di Kabupaten Blora dan patut untuk dikunjungi.

"Nantinya pesanggrahan ini akan dibuka untuk umum. Khusus di hari Sabtu dan Minggu, tetapi hanya boleh untuk keluarga ataupun instansi. Untuk yang ingin berpacaran dilarang datang kesini," ujarnya.

Dalam acara,juga dilakukan penyerahan Bazda kepada 20 warga kurang mampu Desa Soko, Kecamatan Jepon. Bazda merupakan hasil pemotongan gaji dari Pegawai Negeri Sipil, yang nantinya diharapkan dapat membantu memberantas kemiskinan di Kabupaten Blora.Selain itu, bupati berpesan kepada warga Desa Soko untuk menjaga kebersihan serta keasrian lingkungan sekitar. Bupati melepaskan 250 burung sebagai cara untuk melestarikan lingkungan.Dalam acara, Ketua Pesanggrahan Wringin Seto Sayuran menyampaikan mengenai sejarah terbentukknya Pesanggrahan. Sedangkan kiai Sofi'i menyampaikan bahwa sebagai manusia harus saling menjaga silaturahmi antarsesama umat beragama.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler