Atlet Dayung Blora Kelas Dunia Ini Harus jadi Tukang Sapu Sampai Tua
Akrom Hazami
Sabtu, 6 Agustus 2016 18:14:56
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Bersama timnya, mantan atlet dayung itu berhasil meraih 3 medali emas dan 1 perak. “Saat itu saya satu-satunya atlet dayung perempuan dari Blora. Saya berlatih dengan sungguh-sungguh dan tekun. Latihannya di waduk Tempuran,” kata Karni, di Blora, dikutip dari www.blorakab.go.id.
Tidak hanya di tingkat internasional, namun beberapa kali juga mengikuti kejuaraan di tingkat nasional dan provinsi.
Dari capaian prestasinya itu, Karni direkrut oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Blora sebagai tenaga kontrak dan menjadi petugas kebersihan di tempat wisata.
Sejak tahun 1998, Karni beberapa kali alih tugas, mulai dari petugas kebersihan di taman dan kolam renang Sayuran, Taman Sarbini dan terakhir di Taman Tirtonadi Blora.
Aktivitasnya, selain menyapu dan memunguti sampah, juga mencabuti rumput bersama reka lainnya.
“Sampai sekarang saya belum PNS, saya menyadari hanya tamatan SD. Jadi saya syukuri saja,” ungkapnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



