Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Acara yang digelar di Aula Ponpes Al Mawaddah Honggosoco, Jekulo tersebut diikuti sebanyak 20 peserta petani yang berasal dari Kudus. Puluhan petani itu selama lima hari akan diberikan materi oleh para praktisi dan pakar berpengalaman dalam budi daya tebu.

Dalam sambutannya Kepala P4S Al Mawaddah, Sofiyan Hadi mengatakan selama pelatihan yang akan berlangsung mulai 23-27 Agustus ini para peserta akan lebih ditekankan untuk berdiskusi langsung dengan narasumber sekaligus praktik.

“Dari total waktu yang tersedia selama 40 jam, 10 persennya teori (materi) selebihnya praktik. Karena kami ingin mengedukasi petani sekaligus bagaimana menjadi pengusaha,” katanya dalam rilisnya ke MuriaNewsCom.

Pada pelatihan hasil kerja sama P4S Al Mawaddah dengan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Malang Jatim tersebut pihaknya berharap dapat terjalin suatu kemitraan antara petani, pabrik gula, dan dinas terkait.

“Syukur nantinya akan terbentuk asosiasi petani tebu berbasis teknologi lingkungan. Sehingga kemudian akan memudahkan petani tebu dalam pengolahan dan pemasarannya,” terangnya

Sementara itu, dalam sambutannya Koordinator Penyuluh Pertanian Kabupaten Kudus, Ir. Budi Sulistiyanto berharap pascapelatihan para petani dapat menghasilkan produk unggulan ke depannya.

“Tanaman tebu ini merupakan tanaman prioritas nasional, selain padi, susu, dan kakao (kopi-coklat). Jadi apabila nanti setelah pelatihan ini dapat dihasilkan produk unggulan tentu akan luar biasa,” ujarnya
Sebab, menurut Budi, sejauh ini petani tebu di Kudus mulai dari proses penanaman sampai pengolahan masih dilakukan secara konvensional yakni bergantung pada luas lahan seperti persawahan.“Maka P4S Al Mawaddah ini berkewajiban mendidik, melatih petani tebu. Bagaimana nanti para petani ke depan tidak cuma menanam lalu menjual begitu saja. Melainkan bisa mengolahnya menjadi produk siap jual,” terangnya.Ia menambahkan, menanam tebu saat ini tidak harus ditanam di lahan seperti persawahan. Bahkan lanjutnya, lahan kering pun dapat ditanami tentunya dengan varietas (jenis) yang disesuaikan dengan kontur tanahUntuk diketahui dalam kegiatan tersebut hadir sebagai narasumber antara lain Ir. Budi Sulistiyanto (Koordinator Penyuluh Pertanian Kudus), Ir. RMT Gembong Danudiningrat (Dosen UGM dan Penemu Varietas Baru Tebu), Edi Suprapto (Kepala BBPP Ketindan Malang). Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler