Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Melalui akun media sosial Twitter, warga dengan pemilik akun diladilut

‏@irdaafdlila mengeluh ke gubernur.

"@ganjarpranowo Asap dr pembakaran genteng pak sgt menganggu pernafasan. Kades angkat tangan soal ini." tulis pemilik akun diladilut @irdaafdlila.

Kicauan itu diungkapkannya pada Jumat (2/9/2016) sekitar pukul 07.32 WIB. Mendapati keluhan warganya, Ganjar segera menjawab. "Kadesmu siapa namanya? Ada no telpnya? Lapor ke pemkab ya.."
Rupanya jawaban Ganjar belum membuat warga itu lega. Justru dia menambahkan keluhannya. "@ganjarpranowo kami sudah pernah lapor bpk bupati kudus (Pak Mustofa) tp tidak ada tindakan dr beliau, ibu kades ibu Arimi pun (..)."Balas membalas kicauan di Twitter itu pun terus terjadi. Ganjar seolah tidak percaya dengan apa yang diwadulkan warga soal bupati maupun kades yang bersikap apatis. "Masak, beliau responsif lho... Nih @MusthofaWardoyo." begitu Ganjar balik menjawab.Hingga kini, Sabtu (3/9/2016) pukul 10.33 WIB, tidak ada lagi aksi kicauan lanjutan. Pantauan MuriaNewsCom, asap pembakaran genting di wilayah Ngembal memang terlihat sampai membumbung di langit. Bahkan asapnya terlihat hitam dan pekat. Kondisi tersebut terjadi sejak lama.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler