Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pengalaman misterinya bermula saat dia mendapat pekerjaan dari mandor Perhutani di Blora. Yakni tawaran membuat dua daun pintu rumah pondok. Tawaran itu diterima mengingat pekerjaannya tak begitu berat, dan Lukman pun menguasai. Akhirnya, Lukman melewati hari-harinya di hutan dengan mengerjakan pembuatan daun pintu.

Semula dia bekerja dengan normal. Tapi akhir-akhir ini, Lukman merasa ada orang yang melihatnya saat bekerja. Padahal di hutan, dia merasa hanya dia seorang. Orang tersebut selalu mengintipnya saat bekerja.

Lukman yakin kalau ada orang di balik pohon besar tengah mengintainya. Begitu Lukman melihat pohon dalam waktu lama, orang tersebut tak ada. Saat satu daun pintu rumah pondok hendak ditutup, tiba-tiba Lukman didekati orang itu.

Seorang gadis menghampiri Lukman. Gadis cantik dengan senyum manis itu mengembang. Tak ada rasa curiga di diri Lukman. Dalam hati Lukman bertanya, masak gadis secantik dia sendirian di tengah hutan. Ah, bodoh amat yang penting aku ada teman apa lagi cewek asik,” ungkap Lukman sambil curi pandang. Betapa kagetnya Lukman, karena gadis itu sudah tak ada di depannya. Dahi Lukman berkerut dalam. “Kemana perginya cewek tadi?” Lukman pun penasaran.

Pikirannya tak karuan. Setengah tak percaya, Lukman kembali melanjutkan pekerjaannya. Tiba-tiba dari belakang, pundak Lukman ditepuk. “Mas, cari saya? Saya baru saja pipis,” ucap gadis itu.Tanpa basa-basi, gadis itu menyebutkan namanya.

“Namaku Lazmi,”

“Saya Lukman,”

Singkat cerita, Lukman kini tak lagi sendiri di hutan. Keduanya tenggelam dalam suasana akrab. Sambil bekerja, Lukman bertanya, apakah Lazmi sudah punya pacar atau belum. Mendapati pertanyaan, Lazmi bukannya menjawab. Justru balik bertanya. “Memangnya kenapa?Mas, mau jadi cowokku?Kalau mau, aku juga mau.”

Jawaban Lazmi bikin Lukman girang. Angin berhembus menyentuh tubuh Lukman. Terpancar raut riang dari mimik muka Lukman. Seketika, Lazmi memeluk tubuh Lukman.
Masih setengah tak percaya, Lukman balik memeluk Lazmi. Tangan Lukman membelai rambut Lazmi. Namun jantung Lukman seperti mau copot. Ada yang janggal. Tangan Lukman merasa ada lubang besar di punggung Lazmi. Serta ada ribuan ekor belatung di sekitar lubang.“Punggungmu kenapa, Laz?”Lazmi hanya tertawa cekikikan. Suara tawanya yang ngeri dan lubang di punggung Lazmi, membuat Lukman ingin segera beranjak. Ingin rasanya lari secepat mungkin.“Lazmi sayang sama mas. Walaupun dunia kita berbeda, Lazmi tetap sayang kamu, mas,”Langkah cepat Lukman menerobos dedaunan. Nafasnya tersengal. Keringatnya membasahi tubuh. Lukman pun merasa sudah sampai di desa sebelah hutan. Artinya Letak rumah Lukman juga semakin dekat.Sesampainya di rumah, Lukman mengalami kondisi  tubuh yang letih. Lukman terhuyung. Akhirnya Lukman pingsan. Usai itu, Lukman jatuh sakit hingga dua minggu. Bahkan menurut keterangan keluarga, Lukman sering menyebut nama Lazmi.Itulah pengalaman misteri yang dialami Lukman. Silakan bagi kamu yang ingin berbagi cerita pengalaman misteri, bisa kirim email ke [email protected], atau bisa kirim SMS ke 0878 3136 9213.Editor : Akrom HazamiBaca juga : 4 Bukti Angkernya Hutan Blora

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler