Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kondisi demikian berakibat pelayanan kesehatan untuk warga yang tinggal di sejumlah pulau di Kepulauan Karimunjawa, terhambat. Mereka terpaksa mengandalkan kapal kayu milik nelayan setempat.

Tenaga medis yang diperbantukan di Puskesmas Karimunjawa dr Aton mengatakan, dua unit kapal ambulans di tempatnya rusak. Sehingga tidak bisa beroperasi. Akibatnya, kapal itu hanya disandarkan di Pelabuhan Karimunjawa.

“Dari tiga ambulans kapal yang ada, dua rusak. Hanya satu yang bisa digunakan. Itupun yang ukurannya paling kecil," kata Aton.

Lokasi bersandar kapal ambulans yang masih beroperasi berada paling pojok persis di samping badan jalan Pelabuhan Karimunjawa. Pada bagian lambung kapal tertulis "Puskesmas Keliling 2012 Ditjen Bina Upaya Kesehatan Kementrian Kesehatan RI". Sedang dua kapal ambulans yang rusak berjejer di sampingnya. Pada bagian lambung dua kapal ambulans itu tertulis "Kapal Keliling Karimunjawa Kabupaten Jepara".

Menurut Aton, kapal ambulans yang rusak itu sudah pernah diperbaiki. Tapi sayangnya tak lama setelah proses perbaikan, kapal itu kembali rusak. "Bahkan perbaikannya dilakukan di Tegal, Jateng. Di bawa ke sini rusak lagi dan karena tak ada teknisi yang bisa memperbaiki akhirnya tak bisa digunakan," jelasnya.

Pihaknya terpaksa menggunakan kapal kayu milik nelayan saat pelayanan kesehatan di Pulau Parang, Pulau Nyamuk dan Pulau Genting. Sebab satu-satunya kapal ambulans yang bisa dioperasionalkan ukurannya kecil dan tak bisa diandalkan saat berlayar malam hari.Ukuran kapal yang kecil mudah terombang-ambing di laut. Selain itu juga mudah meledak saat menabrak karang di laut. "Makanya kita mengandalkan kapal kayu. Kalau menabrak karang daya tahan kapal kayu lebih kuat," paparnya.Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara dr Dwi Susilowati mengatakan pihaknya sudah berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan di Kepulauan Karimunjawa.Termasuk soal armada transportasi yang melayani kesehatan di kepulauan yang ada di Laut Jawa itu. Kapal ambulans yang rusak sudah diperbaiki dan anggarannya dari APBD Jepara 2016."Awal tahun kapal yang rusak kita docking. Tapi kalau rusak lagi nanti coba kita cek. Tenaga medis di sana lebih tahu soal itu," tandasnya.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler