Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Panitia MCP mencatat, puluhan mahasiswa asing yang telah mendaftar MCP itu berasal dari Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, Finlandia, Afghanistan, Tanzania, Sierra Leonean, Chili, Jordania, Sudan, Rwanda.

Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama, Muh Syafei mengatakan, MCP ini digelar atas dukungan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui dana hibah yang digelontorkan untuk penguatan Kantor Urusan Internasional (KUI).

“Selain itu, sebagai mitra dalam kegiatan ini adalah Yayasan Pembina (YP.) UMK, Passage to ASEAN (P2A) dan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang,’’ ujarnya di rilis persnya.

MCP ini, dalam pandangan Syafei, menjadi salah satu kegiatan yang prestisius, karena keterlibatan mahasiswa asing, tentu akan meneguhkan nama UMK dalam percaturan perguruan tinggi di tingkat nasional maupun global.

“Jadi selain menginternasionalkan isu-isu kearifan lokal (local indigenousness) dalam percaturan global, ini sekaligus dalam rangka mempersiapkan UMK sebagai kampus lokal berkelas dunia berbasis kearifan lokal,’’ paparnya.Kepala KUI UMK, Diah Kurniati menjelaskan, panitia telah merancang serangkaian program yang akan dilaksanakan selama MCP. “Kegiatan itu antara lain kolaborasi Tari Kretek dan gamelan peserta MCP dengan mahasiswa UMK, dan belajar Bahasa Jawa,’’ katanya.Diah menambahkan, peserta MCP juga akan diajak mengunjungi Museum Kretek, Omah Dongeng Marwah, dan menyaksikan kearifan lokal masyarakat Colo dan perkebunan kopi. “Tak ketinggalan, peserta MCP juga akan diajak berkunjung ke Menara Kudus serta salah satu perusahaan jenang ternama di Kudus,’’ terangnya diamini Mutohhar, salah satu panitia MCP.Sementara itu, agar dalam pelaksanaan kegiatan MCP berlangsung sukses dan lancar, Jumat (21/10/2016) pagi, panitia menggelar doa bersama di ruang rapat Lantai II Gedung Rektorat dengan membaca manaqib yang dipimpin ustadz Azhar Latif dari Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyyah (TBS).Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler