Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala MI TBS, Salim melalui ketua panitia, Bajang Suntoro mengatakan, kegiatan ini digelar dalam rangka memeriahkan Hari Santri Nasional (HSN) 2016, sekaligus untuk menanamkan karakter kepada para santri madrasah.

''Dalam kegiatan ini, layaknya kemah pada umumnya, para santri dikenalkan dengan materi kepramukaan, kedisiplinan, tali temali, dan juga menggelar api unggun. Selebihnya, diisi dengan berbagai materi untuk memupuk karakter dan juga pemahaman keagamaan,'' ujarnya di rilis persnya.

Beragam materi di luar materi kepramukaan yang umum diberikan kepada para anggota pramuka, yakni digelarnya pembacaan tahlil bersama, pembacaan Yasin, dan shalawat Al-Barzanji. ''Lainnya, shalat wajib berjamaah, salat tahajud, dan siraman rohani yang disampaikan para ustaz,'' lanjut Bajang menambahkan.

Kemah yang diikuti oleh santri (siswa) kelas 3, 4, dan 5 ini, juga diberikan pemahaman mengenai kepedulian lingkungan. ''Ini diwujudkan, dengan anak-anak tidak boleh mengotori lingkungan dan membersihakn tempat kemah sebagaimana sebelumnya. Ketika pulang, santri tidak boleh menyisakan sampah,'' tegasnya.Diamini M. Ulil Albab salah satu ustaz, berpandangan, kegiatan kemah penting bagi santri, karena memberikan pengalaman berbeda kepada santri. ''Biasanya santri belajar di ruang kelas, sekarang diajak belajar di luar ruang atau alam bebas, dengan harapan ada pemahaman baru terhadap lingkungan sosial di mana para santri tinggal,'' tuturnya.Dia menambahkan, urgensi lain dari kegiatan semacam ini, juga mengajari anak-anak tentang kemandirian, kebersamaan dan kegotongroyongan. ''Ini pertama kali kemah untuk santri MI NU TBS Kudus. Ke depan, rencananya akan digelar rutin dengan perbaikan-perbaikan seperlunya,'' ungkapnya.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler