Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Keluarga besar Imam Suroso membantah kabar tersebut. Juru bicara keluarga almarhum Imam Suroso, Endro Dwicahyono, mengatakan jika kondisi ajudan dan sopir pribadi almarhum Mbah Roso dalam kondisi sehat.

“Tidak ada fakta asisten pribadi meninggal dunia, itu tidak benar. Dua orang asisten pribadi almarhum ada di Jakarta dalam kondisi sehat,” katanya dalam rekaman suara yang diterima MURIANEWS, Minggu (29/3/2020).

Selain itu, dua orang sopir pribadi Mbah Roso juga dalam kondisi sehat. Para ajudan dan sopir pribadi ini menurut dia, tengah menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Baca:  

Pihaknya juga menginformasikan jika istri Mbah Roso, Jeng Asih dan ketiga putrinya tidak mengalami permasalahan kesehatan. Mereka juga tengah menjalani isolasi mandiri. “Kami pastikan jika informasi yang beredar di media sosial tidak benar,” ujarnya.

Pihaknya juga meminta kepada pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Pati untuk memfasilitasi keluarga besar almarhum Imam Suroso untuk menjalani rapid test. Langkah ini sangat diperlukan, untuk memastikan kondisi mereka.

“Supaya ada ketenangan. Tidak hanya untuk keluarga besar Imam Suroso. Tapi juga ketenangan bagi masyarakat. Sehingga tidak muncul berita-berita hoaks, yang ujungnya menimbulkan kepanikan,” katanya.
Baca: Ini Riwayat Perjalanan Imam Suroso Sebelum MeninggalPihaknya juga mengimbau pada masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang menyesatkan. Melainkan menyebarkan informasi yang menumbuhkan rasa optimisme.Terlebih menurut dia, virus corona bisa dilawan dengan optimisme dan daya tahan tubuh yang kuat pada diri masing-masing.“Mari bersama-sama untuk tetap optimis, menyebar energi positif, agar menumbuhkan optimisme, bukan sebaliknya menimbulkan pesimisme. Karena virus corona, obatnya adalah daya tahan tubuh atau imunitas,” pungkasnya.Diberitakan sebelumnya, Anggota Komisi IX DPR RI Imam Suroso meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSUP dr Kariadi Semarang. Imam Suroso meninggal dalam status PDP.Sebelum meninggal Imam Suroso diketahui menjalani berbagai macam aktivitas sosisal, mulai dari membagikan masker dan sosialiasi corona. Serta melakukan senam bersama dengan warga. Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler