Cegah Krisis Air, Alat Pemanen Air Hujan Dibangun di Sempu Blora
Ali Muntoha
Sabtu, 5 Desember 2020 10:30:59
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Sistemnnya yakni dengan menyimpan air hujan saat musim hujan untuk digunakan saat musim kemarau. Hal ini yang dilakukan Pemerintah Desa Sempu, Kecamatan Kunduran Blora bersama Rumah Zakat melalui Komunitas Tadah berkah.
“Budaya menabung dan memanen air hujan pada musim hujan saat ini harus mulai dilakukan. Sehingga, ketika musim kemarau datang, tidak sampai mengalami musibah kekeringan yang parah,” kata Siti Karyani, Fasilitator Desa Berdaya Rumah Zakat, Sabtu (05/12/2020).
Menurutnya, alat-alat yang dibutuhkan untuk menampung air hujan, sangat sederhana. Cukup menggunakan pipa dan tempat penampungan air atau water torrent, bila ingin langsung digunakan untuk kebutuhan sehari-sehari, atau bisa langsung dialirkan ke sumur resapan.
“Seluruh talang air hujan harus dimanfaatkan untuk menabung air. Supaya tidak ada kotoran yang masuk, kami beri kawat saring terlebih dahulu sebelum air masuk ke pipa. Lalu di atas water torrent juga perlu diberi kain saringan untuk 'menangkap' debu, sehingga air yang tersimpan dalam kondisi bersih,” paparnya.
Pemrosesan air hujan dilakukan dengan metode elektrolisa untuk memisahkan sifat asam dan basa pada air.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



