Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Upaya untuk meningkatkan kemampuan peserta didik diminta terus diupayakan secara sistematis dan semaksimal mungkin. Hal ini untuk menjawab hasil Asesmen Nasional di sektor pendidikan yang menunjukkan terdapat perbedaan kompetensi siswa.

Hasil Asesmen Nasional yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudriatek) pada 2021 dirilis Mendikbudrstek Nadiem Makarim, Jumat (1/4/2022).

Berdasarkan hasil asesmen yang diikuti oleh lebih dari 6,5 juta peserta didik, terdapat isu kompetensi siswa di Indonesia dengan perbedaan capaian per jenjang. Mulai dari SD, SMP, hingga SMA/sederajat.

Hasil Asesmen Nasional menyimpulkan bahwa 1 dari 2 peserta didik belum mencapai kompetensi minimum literasi, dan 2 dari 3 peserta didik belum mencapai kompetensi minimum numerasi.

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyebut jika perbaikan sistem pendidikan nasional sangat mendesak, jika melihat hasil asesmen nasional tersebut.

"Hasil Asesmen Nasional ini harus segera ditindaklanjuti dengan langkah-langkah yang terukur dan sistematis, sehingga upaya meningkatkan kemampuan peserta didik bisa dilakukan secara maksimal," katanya dalam keterangan tertulis.

Baca: Dukung UN Dihapus, Ganjar Sebut Sistem Pendidikan di Indonesia Harus Berubah
Baca: Dukung UN Dihapus, Ganjar Sebut Sistem Pendidikan di Indonesia Harus BerubahBesarnya jumlah peserta didik yang belum mencapai target kompetensi, menurut Lestari, harus menjadi perhatian serius semua pihak.Sehingga, tegas Rerie, sapaan akrab Lestari, harus didorong dalam waktu yang sesegera mungkin agar para pemangku kepentingan memetakan sejumlah penyebab para peserta didik belum memiliki kompetensi yang diharapkan.Rerie menilai, langkah koreksi yang mendasar terhadap sistem pendidikan nasional harus segera dilakukan.”Pelaksanaan sistem pendidikan yang terpantau belum menghasilkan peserta didik sesuai kompetensi yang diharapkan, bisa segera diperbaiki untuk menghasilkan generasi penerus yang berkarakter dan berdaya saing di masa datang,” pungkasnya. Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler