Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Handayatun, salah satu pemilik rumah yang diterjang banjir menuturkan jika banjir datang secara tiba-tiba setelah hujan lebat. "Tadi dari depan sana tiba-tiba air masuk ke rumah nerjang semua," ucap Handayatun.

Dirinya menambahkan tinggi air mencapai lutut orang dewasa dan beruntung tidak ada barang yang hanyut. "Selutut orang dewasa tadi, untungnya tidak ada yang hanyut," tandasnya.

Hal yang sama juga dikatakan Suraji, relawan tanggap bencana Desa Wonosoco. Dia menuturkan jika kemarin sungai desa memang sudah banjir dan baru selesai dibersihkan jam 11 siang tadi.

"Kemarin sungai desa sudah banjir memang, baru saja selesai dibersihkan tadi. Tapi ini tadi hujan deras dan langsung nerobos ke obyek wisata dan dua rumah di depan sana," tandasnya.

[caption id="attachment_153145" align="alignnone" width="715"] Rumah warga yang diterjang banjir lumpur di Desa Wonosoco, Selasa (4/12/2018). (MuriaNewsCom/Anggar Jiwandhana)[/caption]

Ia menambahkan bahwa tidak hanya di daerah obyek wisata yang terkena dampak banjir lumpur, tapi jugq di RT 1, 2, dan 4. "Di rumah saya tadi di RT 2 juga hampir selutut (tinggi banjir), untung belum masuk rumah," ujarnya.Sementara itu, Kepala Desa Wonosoco Setyo Budi menuturkan jika banjir ini adalah yang ke tiga dan untungnya tidak menimbulkan banyak kerusakan. Sedangkan total rumah yang terdampak banjir lumpur ini mencapai 55 rumah."ini ketiga kalinya, dan ini yang besar. Total mungkin ada sekitar 55 rumah warga yang diterjang dan ditinggali lumpur dan alhamdulillah tidak ada yang rusak," tuturnya.Ia berharap jika pemerintah daerah segera melihat kerawanan bencana yang ada dan segera melakukan penanganan supaya tidak tejadi bencana susulan."Harapannya segera ada bantuan dari pemerintah untuk masalah penanganan dan pencegahan. Seperti pembuatan talud atau pengerukan sungai, dua itu yang sangat dibutuhkan," tandasnya saat ditemui di lokasi banjir.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler