Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Istiani (25), pemilik rumah, menjelaskan jika longsor justru terjadi sesaat setelah hujan reda. Dirinya merinci, untuk hujan di daerah tempat tinggalnya memang  sudah deras sejak lusa malam.

"Hujannya reda tapi tetangga malah pada teriak, saya yang di dalam malah tidak tahu," kata Isti.

Ia menambahkan, longsoran dari rumahnya tersebut langsung menghantam dinding dapur milik tetangganya Warsinah. Beruntung yang bersangkutan tidak mengalami luka apa-apa.

"Ya cuman kaget, sudah cukup sepuh (tua) soalnya," terang Isti

Terkait bantuan yang diterima, Andi (32), Suami Istiani menerangkan sudah mendapatkan bantuan berupa karung untuk tempat tanah serta beberapa sembako seperti gula, mi instan, dan air mineral.

"Baru saja saya ambil ini," kata Andi saat ditemui di rumahnya tadi malam.

Soal perbaikan, dirinya beserta warga rencananya akan mulai membersihkan tanah bekas longsoran besok pagi. Selain karena waktu setelah bencana sudah sore, listrik yang mati juga jadi penyebab tanah bekas longsoran tidak bisa langsung dibersihkan.

"Besok jika kekurangan warga, baru minta bantuan  BPBD," ucap Andi.
[caption id="attachment_155682" align="alignnone" width="665"] Andi bersama Istiani saat berbincang dengan salah satu perangkat Desa Ternadi tentang rencana pembersihan tanah bekas longsor Senin, (22/01/2019) (MuriaNewsCom/Anggara Jiwandhana)[/caption]Akibat kejadian ini, Andi sekeluarga mulai was-was ketika angin besar menderu di atas rumahnya. Hanya, setidaknya Ia bersyukur karena hanya tanah pondasinya saja yang longsor. Jika batu pondasi ikut longsor maka satu rumah akan ikut longsor juga."Wah sudah tidak kebayang itu mas," tandas  Andi dengan nada gelisah.Sementara itu, Salisu, perangkat Desa Ternadi mengatakan kejadian ini merupakan kejadian ketiga dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Menurutnya, bencana seperti ini tidak bisa diprediksi secara akurat."Dari kami sudah mengimbau untuk selalu waspada, tapi ya namanya bencana, tidak mudah diprediksi," ucap Salisu.Terkait korban longsor siang kemarin, dirinya mengatakan tidak ada korban jiwa ataupun korban luka dalam kejadian tersebut. Dia menambahkan hanya ada kerugian materi saja."Kurang lebih Rp satu sampai Rp dua jutaan," tandas Salisu.Editor : Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler