Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dari pantaun MuriaNewsCom terkait kondisi di Rutan, memang ada beberapa kamar sel yang tampak sangat sesak. Selain karna banyaknya warga binaan yang mendiami kamar tersebut, barang-barang dari mereka juga tampak memenuhi setiap sudut-sudut kamar.

Kepala Sub Bidang  Pelayanan Tahanan, Eko Budiharto membenarkan hal tersebut. Menurutnya overload di Rutan Kudus sudah terjadi sejak awal tahun lalu. Ini dikarenakan jumlah warga binaan dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan. Penambahan ini berasal dari Kudus sendiri maupun dari luar Kudus.

"Bahkan ada warga binaan asing dari Nigeria dan India pindahan dari Pekalongan," terang Eko saat ditemui di ruang kerjanya.

Ia menjelaskan kapasitas Rutan sudah melebihi standart toleransinya. Tercatat, ada sebanyak 331 warga binaan pemasyarakatan yang mendiami rutan dengan luas tanah 4.108 meter persegi serta luas bangunan 3.108 meter persegi tersebut.

Untuk 331 warga binaan sendiri, rinciannya adalah enam warga binaan perempuan, 312 warga binaan pria serta tiga belas warga binaan tambahan dari Polres Kudus yang mulai tinggal di Rutan Kudus sejak kemarin (11/2/2019). Kapasitas ideal Rutan sendiri berada di angka 104 warga binaan saja.

"Saat ini overload sudah mencapai 200 persen lebih," jelas Eko.

Terkait solusi, pihaknya tengah menunggu keputusan dari Kantor Wilayah Jawa Tengah untuk pemindahan beberapa warga binaan di Rutan IIB Kudus. Ada beberapa opsi tempat yang disiapkan diantaranya Lapas Pati serta beberapa lapas yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Kabupaten Kudus.

"Kita sedang menunggu keputusan itu," terang Eko.
Hanya untuk masalah waktu pelaksanaannya, pihaknya belum bisa memastikan kapan dan bagaimana teknisnya terkait pemindahan tersebut."Ya secepatnya, sudah ada tanggapan kok," tandas Eko.Sementara itu, salah satu warga binaan, Hari (30) mengatakan jika kapasitas yang berlebihan ini tidak terlalu merepotkannya. Hanya memang terkait mobilitas di kamar  dirinya mengaku cukup terganggu mengingat banyaknya barang bawaan miliknya dan  warga binaan."Cukup pengap, tapi tidak mengganggu untuk  kesehariannya," ucap HariIa pun mengharapkan jika setidaknya ada penataan lagi terkait persoalan ini. Hari sendiri menempati kamar sel kecil bersama sebelas warga binaan lain. Seharusnya sel tersebut diperuntukkan delapan warga binaan saja."Ya enak saja kalau lebih lebar, tapi sejauh ini masih nyaman," tandasnyaEditor : Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler