Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Salah satu yang sering mengancam adalah bencana kebakaran. Selain berbahaya karna jarak rumah ke rumah yang berdekatan. Akses yang sempit disinyalir jadi penghambat proses pemadaman apabila sebuah kebakaran terjadi di Kecamatan Kota.

Pernyataan tersebut juga dikatakan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kudus, Bergas Catursari Pananggungan. Ia mengatakan akan sangat sulit untuk memadamkan api yang tengah berkobar di pemukiman padat penduduk. Terutama jika akses jalan sangat sempit.

"Kota ini kan jalan desanya kebanyakan sempit, muat sebecak katakanlah," jelasnya.

Terkait hal itu, Bergas menyarankan kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah padat penduduk serta akses jalannya sempit untuk melakukan deteksi sumur masyarakat. Sumur ini nantinya akan digunakan sebagai sumber air untuk memadamkan api.

"Jika itu darurat kan bisa dipakai terlebih dulu sembari menunggu pemadam datang," jelasnya.

Soal kriteria sumur masyarakat yang bisa dijadikan alternatif pemadam, Ia merinci ada beberapa kriteria. Diantaranya adalah sumur harus mempunyai kedalaman tertentu. Saat dilakukan penyedotan dengan pompa, air setidaknya tidak akan habis setelah 15 menit dipompa.

"Ini cukup untuk memadamkan api selama tujuh menit," rincinya.

Ada beberapa alat tambahan untuk mengaplikasikan sumur masyarakat tersebut. Diantaranya adalah nozzle pemadam serta selang air. Ini bisa didapatkan dengan mudah.
"Desa maupun kelurahan sangat bisa memfasilitasi ini," jelasnya.Cara ini dianggap Bergas sangat efektif daripada harus menunggu pemadam datang terlebih dahulu. Belum jika lokasi kebakaran ada di dalam desa dengan jalan yang sempit."Satu selang 30 meter, kalau lokasi di dalam, harus disambung berapa kali," ucap Bergas.Selain untuk keadaan darurat, sumur tersebut juga bisa difungsikan sebagai penyemprot sumbatan di selokan-selokan yang mampet. Bisa juga untuk fungsi-fungsi lainnya."Hanya tinggal masyarakatnya yang diberdayakan," terang Bergas.Bergas pun berpesan supaya tidak usah pesimis dulu dalam menyikapi inovasi-inovasi. Cukup coba dan terapkan terlebih dahulu inovasi tersebut."Tidak ada salahnya untuk diterapkan terlebih dulu," tandasnya.Editor : Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler