Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Hanya, banjir dengan derasnya menerpa beberapa perkantoran, sekolah,  dan satu bangunan kantin. Dinding pada bangunan kantin di gedung Loka Bina Karya (LBK) Jekulo pun jebol karna tak kuat menahan terjangan air bah.

Pemilik kantin, Dainuri (56) menjelaskan jika sebelum banjir melanda, hujan deras disertai angin telah mengguyur daerah tersebut sejak selesai salat Jumat. Kemudian air bah tiba-tiba datang menerjang dan menghancurkan tembok sebelah timur warungnya.

"Langsung bres, airnya deras sekali," jelaz Dainuri di lokasi banjir.

Selain menerjang kantin milik Dainuri, banjir bandang juga menerjang Polsek Jekulo, KUA Jekulo dan SMA 1 Jekulo. Tak hanya itu, Loka Bina Karya Jekulo, BRI Jekulo, serta Koramil Jekulo pun terkena imbasnya. Ditambah lagi Terminal Truk Klaling, dan Puskesmas Jekulo yang juga sempat dilewati derasnya air bah.

[caption id="attachment_157993" align="aligncenter" width="693"] Kondisi warung milik Dainuri pasca hantaman air bah siang tadi. (MuriaNewsCom/Anggara Jiwandhana)[/caption]

Sampai saat ini air sudah berangsur surut. Hanya, lumpur masih menggenangi sebagian bangunan tersebut. Dari pantauan MuriaNewsCom, lumpur tebal masih mengendap di lantai dan dinding bangunan yang terdampak. Sejumlah petugas BPBD dibantu warga setempat pun masih berusaha membersihkan bekas lumpur tersebut. Satu unit truk air diterjunkan dalam hal ini.

Kepala  BPBD Kudus Bergas Catur Pananggungan, menjelaskan penyebab banjir bandang kali ini lantaran hujan dengan intensitas tinggi di Pegunungan Patiayam Jekulo Kudus. Derasnya hujan menjadi penyebab luapnya kali Klaling. Kali tersebut melintas di sebelah pangkalan truk Klaling."Karna hal itulah banjir bandang terjadi,"  kata Bergas saat dimintai keterangan.Untuk daerah terdampak, Bergas merinci ada sekitar 40 rumah warga di Desa Pladen dan desa Klaling yang menjadi korban limpasan air bah kali ini. Terkait kerugian, pihaknya memperkirakan menyentuh angka Rp tiga puluh juta."Kira-kira berjumlah segitu," rincinya.Akibat kejadian tersebut, kemacetan sekitar lima kilometer terpantau di ruas jalan Pantura Kudus - Pati. Ini dikarenakan para pengguna jalan mengurangi kecepatan kendaraannya saat melewati lokasi kejadian. Lumpur memang masih menggenangi ruas jalan tersebut dan mengakibatkan jalan licin.[caption id="attachment_157994" align="aligncenter" width="693"] Relawan BPBD dibantu warga sedang membersihkan sisa lumpur bawaan banjir bandang siang tadi (MuriaNewsCom/Anggara Jiwandhana)[/caption]Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler