Ternyata Ini Penyebab PG Rendeng Merugi Hingga Empat Tahun
Anggara Jiwandhana
Kamis, 28 Februari 2019 17:00:43
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Karna itulah, revitalisasi mesin dan perluasan lahan tebu akan jadi solusi PG Rendeng Kudus dalam mencapai target labanya pada musim giling 2019 mendatang. Hal ini dilakukan mengingat target laba yang ditetapkan managemen berkisar di angka Rp satu miliar.
Asisten Kepala Bagian Tanaman Heribertus Wahyu Adibroto mengatakan, pihaknya telah menyiapkan berbagai rencana untuk mendongkrak produksi dan mendapatkan laba yang banyak. Terlebih lagi, PG Rendeng telah memiliki tanaman tebu petani binaan dengan kualitas yang diharapkan lebih baik. Tanaman di tempatkan pada tanah di lahan hak guna usaha (HGU).
"Karena selama ini penyebabnya adalah kualitas tebu yang buruk," jelasnya.
Lebih rincinya, ekstensifikasi tanaman berada dii lahan perhutani dengan luasan mencapai 3.987 hektare. Tanaman tersebut tersebar di enam kabupaten yaitu Demak, Kudus, Jepara, Pati, Blora, dan Rembang.
"Tersebar di daerah-daerah tersebut," ungkapnya.
Pemberdayaan petani tebun juga diharapkan mampu mendongkrak laba perusahaan lebih tinggi. Heri mengatakan, jika petaninya baik, maka kualitas tebu juga akan lebih baik lagi.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



