Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sebagian dari mereka tidak puas terhadap pembagian lapak. Pembagian dibagi berdasarkan undian dan zonasi. Dari pantauan di lapangan, audiensi berjalan sangat alot. Mayoritas pedagang meminta lokasi dan ukuran lapak ditata seperti semula.

Yanti (42) salah satu pedangang setempat mengatakan, merasa tidak puas terhadap undian yang telah dilakukan. Ini lantaran, ukuran lapak tak sesuai dengan semula. Beberapa pedagang yang semula mempunyai ukuran tiga petak, kini hanya satu petak saja.

"Setelah diundi malah jadi berkurang. Karena itu kami menuntut kejelasan," katanya.

Senada, Yasri juga mengharap kejelasan pembagian lapak. Dia mengharapkan ada kejelasan dan solusi dari masalah ini.
"Saya kurang puas dengan hasil undian, biasanya saya bersandingan sama pedagang yangini, sekarang tidak," ujarnya.Hingga kini, proses negoisasi masih berlangsung. Audiensi sendiri dihadiri oleh perangkat desa setempat, perwakilan masyarakat Mejobo. Kepala Bidang Pengelolaan Pasar, Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Andi Imam Santoso bahkan harus turun lapangan untuk menjelaskan persoalan tersebut."Kami akan coba cari jalan terbaik," tandas Andi disela-sela negosiasi.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler