Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Administratur PG Rendeng Agus Sulistiyanto  mengatakan, saat ini pihaknya akan mendatangkan sejumlah peralatan baru seperti bagasse dryer atau peralatan yang digunakan untuk menurunkan kadar air dalam ampas.

"Begitu datang akan langsung diterapkan," ujarnya.

Peralatan tersebut juga  berfungsi mengurangi potensi polusi udara. Sementara untuk potensi pencemaran air, pihaknya akan menyiapkan sistem sirkulasi khusus.

"Intinya, air limpahan dari dust collector akan lebih jernih, hingga dialirkan ke satu tempat yang sudah ditanami beberapa jenis vegetasi tertentu, untuk penyaringan alami," jelasnya.

Pengelolaan limbah mulai disentuh dengan harapan bisa mengoptimalkan revitalisasi. Serta mengoptimalkan proses produksi kedepannya. Semakin baik pengelolaan limbah, maka semakin baik juga di proses produksinya.

"Harapannya seperti itu," terang Agus.

Agus tidak menyebut berapa prosentase tingkat pencemaran yang dapat diturunkan dengan investasi yang cukup besar itu. Hanya, kondisi tahun ini diyakini lebih baik lagi untuk masalah limbah."Jadi, begitu disaring dari tempat tempat tersebut diyakini kadar kandungan logam berat sudah jauh berkurang," tandasnya.Sementara untuk mendongkrak produksi,  Septiawan, selaku asisten kepala bagian mesin menambahkan, PG Rendeng juga tengah melakukan revitalisasi mesin produksi. Total anggarannya ditaksir mencapai nilai Rp 225 miliar. Revitalisasi sendiri dibiayai dari penyertaan modal negara (PMN)."Kami sedang merevitalisasi mesin," jelasnya.Diharapkan pihaknya, setelah direvitalisasi nanti, kapasitas giling akan meningkat. Jumlahnya akan bertambah  dari 2.500-3.000 Ton Cane per-Day (TCD/ ton per hari) menjadi 4.000 TCD."Semoga bisa tercapai pada tahun inii," tandas Setiawan.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler