Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pasalnya, normalisasi Sungai Juwana itu dinilainya akan berdampak pada penanganan banjir di Kota Kretek. Pasalnya, normalisasi Sungai Juwana akan membuat potensi limpasan air dari Sungai Dawe, Piji dan Tumpang ke wilayah permukiman akan berkurang.

Normalisasi Sungai Juwana memang sudah diharapkan Tamzil sejak banjir kepung Kudus beberapa waktu lalu. Mengingat langkah tersebut adalah penyelesaian utama banjir-banjir di Kudus. Terutama daerah Mejobo.

"Kudus tiap tahun pasti terkena banjir," kata Tamzil dalam Musrembangwil yang dihadiri Gubernur Ganjar Pranowo itu.

Menurut dia, usulan normalisasi sungai sebenarnya sudah dikirim dan sudah disampaikan Pemkab Kudus sejak 4 Februari 2019 lalu. Ada 10 sungai yang diusulkan untuk dinormalisasikan pada tahun ini. Hanya saja, Juwana jadi prioritas utama.

Pemilihan Sungai Juwana sebagai sungai pertama yang akan dinormalisasikan bukan tanpa alasan. Pasalnya, normalisasi Sungai Juwana akan membuat potensi limpasan Sungai Dawe, Piji dan Tumpang ke sejumlah wilayah sangat berkurang. Pemulihan lebar dan kedalaman sungai diperhatikan dalam keadaan tersebut.

Baca juga:
Selain normalisasi, pembuatan jalan tembus Rahtawu menuju Soco juga dipaparkan Tamzil dihadapan para peserta musrenbangwil. Pelebaran jalan alternatif penghubung kabupaten Kudus dan kabupaten Pati via Kecamatan Gembong jugan disampaikan."Kami juga menyampaikan rencana pembangunan jalan penghubung antara DESA RAHTAWU KABUPATEN KUDUS dengan Desa Tempur yang berada di wilayah Kabupaten Jepara," tandasnya.Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjelaskan, saat ini di Kementerian Pekerjaan Umum sudah disiapkan anggaran Rp 1,2 triliun untuk penanganan Sungai Juwana.Pencairannya akan bertahap. Untuk tahun ini akan dianggarkan sebesar Rp 50 Miliar. "Untuk tahun tahun depan sebesar Rp 120 miliar," ujarnya. Editor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler