Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Parwisata Rahmah Haryanti melalui Kasie Sejarah, Musium, dan Kepurbakalaan Lilik Ngesti mengatakan, pengawasan serta pembinaan masyarakat sekitar Patiayam sangat dibutuhkan. Ini lantaran potensi yang ada di kawasan tersebut sangatlah besar. Terutama terkait fosil-fosil purbakala yang bisa saja ditemukan setiap saat.

“Butuh komitmen dan konsistensi bersama dalam membangun Patiayam. Masyarakat juga harus dilibatkan,” ujarnya

Pengawasan dan pembinaan yang konsisten diharapkan bisa membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan situs purbakala tersebut. Dengan begitu, tidak ada potensi yang terlewatkan.

“Dengan begitu masyarakat sekitar bisa menjadi tuan di tanahnya sendiri. Masyarakat harus mendapat manfaatnya,” ujarnya.

Terkait langkah lanjutan, pihaknya tengah mempersiapkan rintisan tim ahli cagar budaya. Dengan harapan, pengembangan dan pembinaan bisa dilakukan secara berdampingan. Tujuannya utamanya adalah turut serta membantu melestarikan situs purbakala tersebut. Bukan hanya sesaat, melainkan secara jangka panjang.

“Kita melihat jangka panjangnya, bukan keuntungan sesaat,” jelasnya.Hinga kini, 101 fosil telah ditemukan dan disimpan di situs yang menurut cerita lebih tua dari Sangiran tersebut. Ke-101 fosil berasal dari 10 hewan bertulang belakang purba. Luas situs juga telah bertambah dari tahun ke tahun. Yang sebelumnya 20 kilometer persegi, sekarang menjadi sekitar 58 kilometer persegi,“Ada peningkatan dari tahun ke tahun,” tandasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler