Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


"Segera kami kembangkan di 2020 nanti," ujar Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus Sutiyono.

Pengembangan wilayah konservasi diharapkan bisa menambah peluang ditemukannya fosil-fosil baru. Sedangkan penambahan wilayah display ditujukan untuk memaksimalkan visualisasi fosil di museum.

"Hingga kini, masih banyak fosil yang kami simpan karena display tidak muat," lanjutnya.

Beberapa pengkajian juga telah dilakasanakan. Hasil pengkajian akan mempengaruhi beberapa pengembangan. Salah satunya terkait wacana pembangunan gardu pandang di seputaran lokasi situs Patiayam yang sempat dicanangkan akhirnya dibatalkan.

Kajian yang dilakukan juga berkaitan dengan pelarangan pembangunan di zona inti. Hal tersebut dikhawatirkan merusak nilai orisinalitas situs.

"Semua dilakukan untuk pengembangan dan konservasi jangka panjang dari Patiayam," tandasnya.

Sementara, Kasi Sejarah, Musium, dan Kepurbakalaan Lilik Ngesti menambahkan, pengawasan serta pembinaan masyarakat sekitar Patiayam sangat dibutuhkan dalam hal ini. Mengingat potensi yang ada di kawasan tersebut sangatlah besar. Terutama terkait fosil-fosil purbakala yang bisa saja ditemukan setiap saat.

"Butuh komitmen dan konsistensi bersama dalam membangun Patiayam,"  ujarnya.Tim ahli cagar budaya juga tengah dipersiapkan untuk membina masyarakat sekaligus mengembangkan situs dengan cara yang benar. Dalam artian pengembangan tidak merusak wilayah konservasi."Pengembangan dan pembinaan dilakukan secara bersamaan," terangnya.Hinga kini, 101 fosil telah ditemukan dan disimpan di situs yang menurut cerita lebih tua dari Sangiran tersebut. Ke-101 fosil berasal dari 10 hewan bertulang belakang purba. Luas situs juga telah bertambah dari tahun ke tahun. Yang sebelumnya 20 kilometer persegi, sekarang menjadi sekitar 58 kilometer persegi."Ada peningkatan dari tahun ke tahun," tandasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News