Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Tiga bocah tersebut bernama Arza Al Faqih (8) putra pasangan Syaifudin dan Suliwati. Muhammad Rasya Aditya Saputra (12) putra pasangan Sukarmin dan Suminah. Serta Muhammad Iqbal (9) putra pasangan Nursalin dan Solikah. Mereka merupakan warga Desa Panjang.

Sulis Budi (38), penemu jasad ketiga bocah itu, menuturkan, awal mula pihak keluarga bersama warga mencari ketiga bocah tersebut setelah mereka tak kunjung pulang menjelang Maghrib. Pakaian korban akhirnya ditemukan di tepi Kali Gelis.

“Salah satu warga menemukan tumpukan baju mereka di tepi sungai,” ucapnya.

Sulis bersama warga pun berusaha menyisir sungai. Tak kunjung ditemukan, Sulis bersama beberapa orang akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam air.

Beberapa saat kemudian, di jarak 15 meter dari lokasi penemuan baju, dua jasad korban yakni Arza dan Rasya ditemukan saling bertumpukan di satu lokasi.

“Sedang jasad Iqbal berjarak 2 meter dari dua jasad lain dengan selisih waktu 15 menit,” kata Sulis yang merupakan paman dari salah satu korban, Rasya.

Ia bersama pihak keluarga tidak menyangka jika kejadian tersebut bisa terjadi. Pasalnya, baik keponakannya maupun kedua temannya tidak pernah bermain di kali. Ia menuturkan, keponakannya tersebut baru pertama kali ini bermain di lokasi tersebut.
Ia bersama pihak keluarga tidak menyangka jika kejadian tersebut bisa terjadi. Pasalnya, baik keponakannya maupun kedua temannya tidak pernah bermain di kali. Ia menuturkan, keponakannya tersebut baru pertama kali ini bermain di lokasi tersebut.“Biasanya mereka memang bersepeda atau bermain game, tidak di kali,” tandasnya.Senada ayah Arza, Syaifudin juga menuturkan jika anaknya sebelumnya tidak pernah bermain di sungai. Jika ingin berenang, Arza biasanya akan mengajaknya pergi ke kolam renang di dekat rumahnya. “Saya tidak menyangka,” ucapnya menahan tangis.Pemakaman Arza sendiri akan dilaksanakan besok (16/5/2019) sekitar pukul 09.00 WIB. Sedang Iqbal dan Rasya kemungkinan juga akan dimakamkan pada jam yang sama.Sementara itu, tim medis yang dikepalai dr Novita langsung memeriksa sekaligus membersihkan jasad para bocah yang telah ditemukan. Ketiga jasad ditemukan telah dalam keadaan kaku. Hanya belum sampai membengkak. “Pada jasad juga tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan,” tandasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler