Cegah Radikalisme, Kemenag Gencarkan Penyuluhan ke Desa dan Pesantren
Anggara Jiwandhana
Kamis, 16 Mei 2019 14:57:44
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kepala Kemenag Kudus Noor Badi mengatakan, selain rapat koordinasi, pihaknya juga mengerahkan para penyuluh kementerian untuk turun ke desa-desa guna meredam aksi radikalisme. Harapannya, langklah itu bisa membantu menangkal paham radikalisme yang mulai tersebar di Kudus secara tersembunyi.
“Kami berupaya secara preventif,” ucap Badi.
Pendekatan persuasif juga akan ia lakukan di pondok pesantren di Kudus. Ia berharap, ilmu yang diajarkan di dalam ponpes bisa berimbang. Dalam artian, materi tentang rasa cinta tanah air Indonesia juga bisa diajarkan pada para santri dan santriwati.
“Kami harapkan memang pelajarannya berimbang,” lanjutnya.
Badi menganggap, jika tak segera dicegah, paham radikalisme bisa terus menerus tumbuh. Regenerasi pun sangat dimungkinkan terjadi. ”Kami tak ingin Kudus seperti itu, bagaimana caranya kami akan membantu mencegah,” ucapnya.
Koordinasi dengan aparat terkait serta forum umat beragama juga terus dilakukan. Badi beralasan, pencegahan tak bisa dijalankan satu pihak saja. Melainkan semua aspek termasuk masyarakat di dalamnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



