Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sedang untuk PDAM, biaya operasional produksi air bersih dari sumber air permukaan diyakini bisa lebih murah dibanding biaya operasional produksi air bersih dari sumur air bawah tanah.

“Penekanan biaya prroduksi bisa mencapai 50 persen ketika menggunakan sumber air permukaan,” ucap Direktur Utama PDAM Ayatullah Humaini.

Pembangunan fisik dan pipa jaringan sistem air baku permukaan dari Bendungan Logung pun telah direncanakan untuk digarap tahun 2020 nanti. Pemanfataan juga ditargetkan bisa segera dijalankan setelah infrastruktur selesai dibangun.

“Pada tahun 2020 kami akan mendapatkan dukungan air baku 200 liter per detik,” katanya.

Hingga kini, air baku PDAM dipasok dari 53 sumur produksi. Kekuatan sumur produksi sangat bervariasi. Mulai 5 liter per detik hingga 10 liter per detik. Itu bergantung pada sumber air di bawah.

“Jadi saat sumber berkurang, kekuatan juga akan berkurang,” ucapnya.

Humaini menjelaskan, air tanah berkecenderungan menurun elevasinya. penurunannya terkait berbagai faktor alam. Sedang untuk pengembalian elevasi seperti semula, butuh waktu yang sangat lama.

“Karena itulah air baku Logung bisa dijadikan solusi di masa depan,” ucapnya.

Soal teknis pembangunan, Humaini menjelaskan tahap pertama, titik awal pipa akan berada pada elevasi 45 di waduk yang akan dialirkan menuju water treatment plant (WTP) atau instalasi pengolahan air (IPA) baku menjadi air bersih.“Titik awal diibaratkan titik 0 pipa, atau pusatnya,” jelas Humaini.Dua titik IPA akan disiapkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kudus. Yakni pada Desa Honggosoco (2.500 meter kubik) dan Terban (5.000 meter kubik).“Dua tersebut akan menyebar ke berbagai desa di empat sampai enam kecamatan,” jelasnya.Detailnya, pada Kecamatan Kecamatan Jekulo meliputi Desa Tanjungrejo, sebagian Desa Klaling, Sidomulyo, Pladen, Bulung Kulon dan Hadipolo. Desa Tenggeles, Hadiwarno (Kecamatan Mejobo), Desa Rejosari, Tergo dan Margorejo ( Kecamatan Dawe), serta Desa Ngembalrejo dan Ngembalkulon Kecamatan Bae.“Pendistribusian akan dilakukan untuk pelanggan baru,” tandasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler