Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Semua kisah inspiratif, juga berdasarkan dari pengalaman pribadinya. Yang juga memulai kehidupan sebenarnya sebagi seorang anak yatim.

Lika-liku hidupnya Hartopo dikupas satu per satu. Bagaimana cara bertahan hidup serta bagaimana dia mendapatkan pendidikan yang layak adalah satu dari sekian kisah inspiratif yang ia ceritakan. Pahit manis kehidupannya juga dikupas sekalipun tak detail.

Di sela-sela cerita, Hartopo juga berinteraksi dengan para peserta yang ternyata tak hanya dari Kabupaten Kudus saja. Melainkan dari Jepara dan Demak juga ikut hadir dalam kegiatan.

Usai kegiatan, Hartopo mengatakan jika sharing kisah hidupnya itu semata-mata untuk memotivasi anak-anak yatim yang mengikuti kegiatan pesantren ramadan kreatif. Dengan harapan, mereka bisa semakin kuat dalam menghadapi kehidupan. “Semua untuk memotivasi mereka,” ucapnya.

Baca: Ini Fakta-fakta Menarik Bupati dan Wakil Bupati Kudus yang Tak Diketahui Banyak Orang

Ajakan supaya tak mengecewakan orang tua yang tersisa juga diserukan oleh Hartopo. Para anak, memang seharusnya berbakti pada orang tua. Dan jika sudah waktunya, para anak sebaiknya membahagiakan orang tuanya. “Jangan sampai buat orang tua menangis karena kita,” ucapnya.
Ajakan supaya tak mengecewakan orang tua yang tersisa juga diserukan oleh Hartopo. Para anak, memang seharusnya berbakti pada orang tua. Dan jika sudah waktunya, para anak sebaiknya membahagiakan orang tuanya. “Jangan sampai buat orang tua menangis karena kita,” ucapnya.Semangat pantang menyerah serta tegar dalam menjalani kehidupan juga ditanamkan pada para anak yatim. Karena kehidupan yang lebih baik menanti mereka setelah perjuangan yang panjang.“Juga jangan menilai orang dari luarnya saja, semoga semua bisa menjadi orang-orang sukses,” tandas Hartopo.Sebelumnya, ketua pelaksana Faiz mengatakan jika pesantren kreatif tahun ini mengusung tema ‘Berani Tampil, Berani Bicara’. Mereka, akan diajarkan bagaimana ber-public speaking yang baik. Sederet kegiatan dan kelas-kelas telah ia siapkan. Seperti berdiskusi, kelas dongeng, serta sharing dengan tokoh. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler