Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Larangan dan himbauan agar tidak masuk dan melakukan aktivitas di area Logung pun tak dihiraukan. Baik dari pihak pengelola maupun para wisatawan masih hilir mudik lakukan aktivitas wisata perahunya, Rabu (12/6/2019).

Pantauan MURIANEWS.com, puluhan kapal masih menjalankan aktivitas di area bendungan sedari pagi hingga sore ini. Ratusan pengunjung silih berganti menyambangi tepi Bendungan Logung untuk mengantre naik kapal yang bertarif Rp 10 ribu untuk anak-anak dan Rp 15 ribu untuk dewasa.

Kapolres Kudus, AKBP Saptono mengatakan, pihaknya sebenarnya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait keamanan dan keselamatan para wisatawan. Mengingat segala kemungkinan bisa saja terjadi, terutama kemungkinan buruk.

“Kami sudah koordinasikan dengan pemerintah daerah terkait hal ini,” lanjutnya.

Hanya, pihaknya mengakui tidak bisa berbuat banyak soal fenomena wisata dadakan tersebut. Pasalnya, Bendungan Logung sendiri masih di bawah naungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana.

“Kami hanya mengimbau supaya jangan diteruskan terlebih dahulu,” lanjutnya.

Monitoring secara berkala akan pihaknya lakukan. Imbauan kepada masyarakat juga akan digencarkan. Dengan harapan baik masyarakat maupun pehak-pihak terkait mau melapangkan dadanya untuk tidak melanggar aturan.

“Kami berharap semuanya baik-baik saja dan aman,” terangnya.Sementara Bupati Kudus HM Tamzil mengakui jika pihaknya kalah cepat dengan masyarakat soal fenomena ini. Tamzil mengatakan, masyarakat Kudus terutama warga sekitar Logung lebih cepat dalam menangkap peluan usaha.“Kami upayakan penyesuaian segera supaya tidak terjadi masalah,” ucap Tamzil.Pelatihan-pelatihan terkait kepariwisataan akan segera dilaksanakan. Penataan lokasi untuk sektor pariwisata juga diupayakan segera dilakukan. Rapat koordinasi bersama usur-unsur terkait juga segera diagendakan.“Akan kami rapatkan segera,” tandas Tamzil. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler