Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Manajer PG Rendeng Agus Sulistiyanto mengatakan, penundaan proses giling dilakukan dengan tujuan menyiapkan proses giling secara maksimal. “Mau tidak mau, semua harus disiapkan secara maksimal,” terang Agus

Hanya, ia meyakini, dalam sepekan ke depan mesin produksi siap dioperasikan untuk mengawali musim giling 2019. Sesuai perkiraan, masa giling akan dimulai pada 20 Juni mendatang.

“Semoga tidak ada gangguan lagi," kata Agus.

Selamatan dan doa juga sebelumnya telah dilakukan oleh pihak pabrik pada 21 Mei lalu. Dengan harapan selama proses giling berlangsung, bisa diberikan kelancaran. Apalagi, tahun ini  perusahaan menargetkan produksi gula kiristal putih (GKP) sebanyak 20.685 ton.

"Tebu yang akan digiling sebanyak 277.300 ton dengan rendemen tebu minimal 7,44 persen," rinci Agus.

Ia menyebutkan, ratusan ribu ton tebu tersebut diperoleh dari perluasan tanaman tebu baru yang yersebar di enam kabupaten yaitu Demak, Kudus, Jepara, Pati, Blora, dan Rembang.

"Ekstensifikasi tanaman di area perhutani dengan luas mencapai 3.987 hektare juga kami lakukan," lanjutnya.
"Ekstensifikasi tanaman di area perhutani dengan luas mencapai 3.987 hektare juga kami lakukan," lanjutnya.Sementara Direktur Utama PTPN IX Iryanto Hutagaol menyebut, tahun ini PG Rendeng akan mengkombinasikan mesin produksi lama dan baru. Dengan cara itu, kapasitas giling akan ditingkatkan dari 2.500 Ton Cane per-Day (TCD/ ton per hari) menjadi 3.000 TCD."Akan dilaksanakan setelah revitalisasi mesin produksi tuntas," terangnya.Revitalisasi mesin produksi sendiri telah menelan biaya senilai Rp 225 miliar yang berasal dari penyertaan modal negara (PMN). Revitalisasi meliputi mesin boiler (ketel uap), kristaliser, centrifugal (pemutaran), pengemasan, bagase handling, mill (gilingan), pemurnian, dan evaporator."Prosesnya telah mencapai 95 persen," tandasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler