Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Al-Quds dipilih karena sangat pas dengan nuansa historis Kota Kretek dengan semboyan Gusjigangnya. Semangat Gusjigang yang telah diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari memang menjadi semangat tersendiri bagi warga Kudus.

“Kesejahteraan bisa tercapai jika diimplementasikan dengan benar,” kata Tamzil.

Sambutan hangat dengan dialeg khas kudusan pun di serukan Tamzil. Sambutannya ditujukan kepada para penyair seluruh Indonesia dan mancanegara seperti Thailand, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura.

“Kudus, punya banyak budaya yang indah,” ucap Tamzil.

Kebanggaan akan Menara Kudus yang merupakan akulturasi dua budaya pun diceritakan. Toleransi umat beragama, penyebaran islam melalui budaya, serta banyak hal tentang kebudayaan Kudus sedikit banyak Ia beberkan.

“Menara Kudus adalah simbol dari itu semua,” lanjutnya.

Pertemuan Penyair Nasional (PPN) XI diharapkan bisa mengokohkan kembali semangat persaudaraan yang mulai pudar karena ego. Bait-bait yang dilantunkan secara merdu oleh penyair diharapkan memecah rasa individualis dan ketidakpedulian antar sesama.

“Kami apresiasi, semoga sastra dan budaya di Kudus bisa semakin menguat,” tandasnya.

Sementara Ketua Panitia PPN Mukti Sutarman Espe, menyebut, ada sekitar 700 puisi yang merupakan karya 100 penyair. Ratusan puisi tersebut akan ditampilkan saat penyelenggaraan PPN XI, hingga Minggu besok.
Sementara Ketua Panitia PPN Mukti Sutarman Espe, menyebut, ada sekitar 700 puisi yang merupakan karya 100 penyair. Ratusan puisi tersebut akan ditampilkan saat penyelenggaraan PPN XI, hingga Minggu besok.Total penyair yang akan membawakan puisinya  berjumlah 50 orang yang berasal dari Jawa Tengah. Sedang sisanya dari beberapa kota di penjuru Indonesia. 28 penyair dari manca negara juga ambil bagian. “Penyair mancanegara akan menggunakan bahasa melayu,” jelas Mukti.Tampil pula penyair kehormatan yang diperkirakan akan membius penikmat sastra yang menghadiri kegiatan tersebut. Penyair kehormatan tersebut yakni Gus Mus, Thomas Budi Santoso, Sutardji Calzoum Bachri, dan D. Zawawi Imron.Adapun penyair dari Kudus yang dapat berpartisipasi di ajang PPN berjumlah 13 orang. Mereka terdiri atas penyair muda yang sudah mempunyai jam terbang tinggi dalam khasanah sastra.“Semoga PPN XI dapat menyemarakkan kembali kegiatan sastra di Kudus dan sekitarnya,” tandasnya.Secara keseluruhan, PPN dirancang untuk tujuan yang sama. Yakni silaturahmi sastrawan atau penyair seantero Nusantara. Kendati demikian, penyair yang mengikuti PPN XI, secara kualitatif belum dapat dikatakan representasi seluruh penyair Indonesia.“Namun secara kuantitatif sudah mencerminkan,” tegasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler